Ketinggian Air 2 Meter di Gampong Tanjong Teungku Ali Aceh Utara, Warga Masih Terisolir

Muhammad Jafar Yusuf
Warga evakuasi korban terjebak banjir Lansia bernama Ibu Salamah,60 dengan samapn kecil di Gampong Tanjong Teungku Ali, Kecamatan Matangkuli,Kabupaten Aceh Utara,Rabu lalu (26/11/2025). Foto: Ist

MATANGKULIi, NewsPortalAceh.id – Banjir Aceh membuat ratusan pengungsi masih bertahan  dampak bencana lama banjir  di Desa Gampong Tanjong Teungku Ali, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (29/11/2025).

Hantaman banjir dahsyat sejak hari Rabu ,(26/11/25) lalu hingga sekarang suasana pemukiman Desa masih terisolir ,ketinggian air mencapai 1,80 meter hingga 2 meter.

Masyarakat hanya bisa pasrah menanti air surut. Di antara 49  Desa kondisi bencana  banjir di Wilayah Kecamatan Matangkuli ,pemukiman Desa Desa  Gampong Tanjong Teungku Ali mengalami lumpuh total dan terparah dampak saat ini.

​Kondisi ini telah melumpuhkan seluruh aktivitas warga Gampong Tanjong Teungku Ali. Banyak penduduk terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman seperti meunasah atau rumah kerabat.Musibah ini tidak hanya menghentikan roda kehidupan sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian besar.

​"Aktivitas kami lumpuh total kondisi air setinggi 1,80-2 meter membuat kami tidak bisa berbuat apa-apa. Banyak harta benda kami yang hanyut dan rusak, kerugian finansial juga sangat besar. Kami mohon perhatian serius dari semua pihak," ujar salah satu perwakilan warga.

​Melihat kondisi darurat ini, warga Gampong Tanjong Teungku Ali menyampaikan permohonan dan seruan mendesak kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk segera turun tangan dan memberikan perhatian.

​Skala prioritas bantuan didesak untuk segera difokuskan pada kelompok rentan, yaitu baita,kaum lansia ,Ibu hami dan anak-anak.

​Kelompok-kelompok ini membutuhkan penanganan khusus terkait kesehatan, logistik, dan evakuasi yang aman. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan bayi.

​Selain kerugian pada fasilitas umum dan rumah, bencana banjir ini mengakibatkan banyak harta benda warga yang hilang dan rusak, mulai dari perabotan, dokumen penting, hingga alat-alat pertanian. Kerugian ini berimbas langsung pada kondisi finansial masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani

​Warga berharap, selain bantuan darurat logistik, pemerintah juga dapat memikirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan ini setiap tahun, serta program pemulihan pasca bencana untuk membantu masyarakat bangkit dari kerugian finansial yang mereka alami.

Kepala Posko Induk Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Plt Sekda Jamluddin Usman menyatakan hingga kini  28 korban dinyatakan meninggal duni akibat banjir di Kabupaten Aceh Utara,  5 korban merupakan warga asal Sumatera Utara.

 

 

Editor : Muhammad Jafar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network