PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id — Sisa-sisa material banjir Aceh dan tanah longsor yang melanda Pidie Jaya pada 25 November 2025 masih terlihat jelas di sejumlah permukiman warga.
Seperti yang tampak di jalan lingkungan Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu, lumpur tebal masih menutup badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Melalui pembersihan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BPJK) Kementerian Pekerjaan Umum serta PT Nindya Karya (Danantara) kembali menurunkan alat berat untuk mengeruk timbunan lumpur yang mengendap di lorong permukiman warga.
Foto di lokasi memperlihatkan kondisi jalan yang sempit dengan dinding lumpur di sisi kiri dan kanan, sementara rumah-rumah warga berdiri sangat dekat dengan akses jalan.
Warga tampak menyaksikan langsung proses pengerukan, berharap akses lingkungan mereka segera kembali normal.
Pembersihan ini difokuskan pada perapian badan jalan agar dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus mencegah genangan dan risiko licin saat hujan turun.
Lumpur yang tersisa selama berbulan-bulan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Pemerintah daerah menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pemulihan bertahap pascabencana, khususnya di kawasan padat penduduk yang terdampak langsung banjir bandang.
Proses pembersihan akan terus dilanjutkan ke titik-titik lain yang masih tertutup material lumpur.
Dengan kerja kolaboratif lintas instansi ini, diharapkan jalan lingkungan Beurawang kembali fungsional, aktivitas warga pulih, dan roda kehidupan masyarakat pascabencana dapat kembali berjalan normal.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
