Gebrakan Balee Buet Jaroe, Sulap Eceng Gondok Jadi Rupiah di Nagan Raya

Didik Ardiansyah
Masyarakat sekitar tambang khususnya kaum ibu, mengikuti pelatihan menganyam Eceng Gondok menjadi produk bernilai ekonomi. Foto: Didik.

NAGAN RAYA, iNeswPortalAceh.id -  Sebagai upaya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar pelatihan kerajinan tangan bagi warga di Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan bertajuk “Balee Buet Jaroe” ini mengusung tema “Pelatihan Anyaman Eceng Gondok Pada Desa Area Pertambangan”. Inisiatif mulia tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui dana CSR PT Bara Energi Lestari (PT BEL).

Inovasi dari Potensi Lokal

Selama ini, warga di sekitar area pertambangan sebenarnya sudah akrab dengan dunia kerajinan, namun terbatas pada pembuatan tikar pandan secara mandiri. Melalui pelatihan ini, mereka diajak melihat potensi besar eceng gondok yang tumbuh subur di wilayah tersebut.

Praktisi sekaligus Owner EG Craft, Cut Afni Zahara, hadir langsung sebagai pemateri utama. Ia didampingi oleh dua dosen pendamping, yakni Cut Dian Fitri (UIN Ar-Raniry) dan Dar Kasih (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh), serta melibatkan 10 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tematik.

Dar Kasih menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah membentuk Kelompok Usaha Perempuan (KUP). Dengan wadah ini, para pengrajin tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan dalam satu manajemen usaha yang lebih terorganisir.

Semangat Menambah Pendapatan Keluarga

Antusiasme tinggi terpancar dari para peserta. Yuni Yusmaidar, salah seorang warga, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengolahan tanaman yang selama ini dianggap gulma tersebut.

"Kami mendapatkan pemahaman baru tentang pengolahan produk eceng gondok. Kalau sudah mahir, kami bisa membuat kotak tisu, tas, baki, hingga tatakan piring. Produk-produk ini nantinya bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga," ungkap Yuni penuh semangat.

Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan

Manager Program UC4, Amrullah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah komitmen PT BEL dalam menciptakan kemandirian masyarakat. Sebelumnya, kolaborasi ini juga sukses melaksanakan pelatihan kerajinan kasab bagi ibu-ibu di wilayah yang sama.

Ke depan, program tidak berhenti di sini. Tim kolaborasi UIN dan STAIN akan terus melakukan pendampingan hingga kelompok usaha ini benar-benar mandiri. Selain kerajinan, Amrullah membocorkan rencana jangka pendek berikutnya, yakni pembuatan pelet ikan nila untuk warga, pesantren, dan komunitas lainnya di Nagan Raya.

Seluruh rangkaian program ini nantinya akan dievaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD) lintas stakeholder. Tujuannya agar tercipta sinergi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya demi kemajuan daerah.

Editor : Didik ardiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network