Bupati Sibral Percayakan Pertanian Pidie Jaya kepada M Nur, Pemulihan Pascabanjir Jadi Tantangan

Jamalpangwa
Bupati Sibral Percayakan Pertanian Pidie Jaya kepada M Nur, Pemulihan Pascabanjir Jadi Tantangan.(Foto : Istimewa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id – Banjir boleh merendam sawah, lumpur boleh menutup tanah, tetapi harapan petani tidak boleh ikut tenggelam. Semangat itulah yang kini mewarnai upaya pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui langkah adaptasi dari lahan persawahan terdampak banjir menjadi ladang jagung. 

Di balik upaya tersebut, nama Muhammad Nur, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam mendorong petani kembali produktif setelah bencana.

Muhammad Nur dipercaya oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi untuk mengemban tugas sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.

Amanah itu menempatkannya pada posisi strategis dalam mendukung pemulihan pertanian, menjaga produktivitas lahan, dan membantu petani menghadapi tantangan pascabencana.

Dari Sawah Berlumpur, Muncul Gagasan Baru

Banjir besar meninggalkan persoalan serius bagi petani. Lahan yang sebelumnya ditanami padi mengalami perubahan kondisi akibat endapan lumpur, sementara sejumlah bagian pematang dan saluran air membutuhkan perbaikan.

Situasi tersebut membuat petani harus mencari pilihan agar lahan mereka tidak terus terbengkalai.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengalihkan sebagian lahan terdampak menjadi budidaya jagung, dengan menyesuaikan kondisi tanah dan kebutuhan pengolahan lahan.

Perubahan ini bukan perkara mudah. Tanah harus diolah kembali, bagian yang rusak diperbaiki, dan tanaman dirawat secara intensif agar dapat tumbuh dengan baik.

Namun, bagi petani, membiarkan lahan tidak produktif bukanlah pilihan yang diinginkan. Mereka membutuhkan jalan untuk kembali bekerja, memperoleh hasil, dan menghidupkan perekonomian keluarga.

Sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Muhammad Nur berada di tengah tantangan untuk mendukung pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

Tugas tersebut tidak hanya menyangkut kegiatan tanam, tetapi juga bagaimana petani dapat menyesuaikan pola budidaya dengan kondisi lahan setelah bencana.

Pengolahan tanah, pemilihan komoditas, pendampingan teknis, ketersediaan benih, serta pemantauan pertumbuhan tanaman menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Peralihan dari padi ke jagung dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan lahan, sepanjang sesuai dengan kondisi tanah, ketersediaan air, dan rekomendasi teknis pertanian.

Bagi pemerintah daerah, upaya semacam ini penting agar pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik lahan, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk kembali menghasilkan komoditas pertanian.

Keberhasilan langkah tersebut tentu membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat yang setiap hari mengolah tanah mereka.

Jagung Menghijau, Harapan Petani Tumbuh Kembali

Kini, hamparan tanaman jagung mulai menghijau di lahan yang sebelumnya terdampak banjir. Pemandangan itu menjadi gambaran usaha petani untuk bangkit dan mencari peluang baru di tengah keterbatasan.

Di balik setiap tanaman yang tumbuh, ada tenaga yang dikerahkan, waktu yang dicurahkan, dan harapan agar lahan kembali memberi penghidupan.

Meski hasil panen masih harus dibuktikan, tumbuhnya tanaman jagung menjadi tahap penting dalam upaya memanfaatkan kembali lahan pertanian yang terdampak bencana.

Bagi Muhammad Nur dan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan, tantangan berikutnya adalah memastikan budidaya berjalan dengan baik, petani memperoleh pendampingan yang diperlukan, serta hasil produksi nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani.

Amanah untuk Menjaga Pertanian Pidie Jaya

Kepercayaan yang diberikan Bupati Sibral Malasyi kepada Muhammad Nur sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan hadir di tengah kebutuhan pemulihan sektor pertanian yang tidak ringan.

Pertanian bukan hanya urusan tanaman dan hasil panen. Di baliknya terdapat mata pencaharian masyarakat, perputaran ekonomi desa, serta ketahanan pangan daerah.

Karena itu, upaya menghidupkan kembali lahan terdampak banjir menjadi pekerjaan penting yang memerlukan perencanaan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan.

Dari sawah yang tertutup lumpur hingga ladang jagung yang kembali menghijau, perjuangan petani Pidie Jaya memperlihatkan satu hal: bencana dapat mengubah keadaan, tetapi kerja keras dan upaya untuk bangkit tetap membuka jalan menuju harapan baru.

Di tengah perjuangan itu, Muhammad Nur memikul amanah untuk ikut mengawal langkah pemulihan pertanian agar lahan kembali produktif dan petani Pidie Jaya memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Editor : Jamaluddin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network