get app
inews
Aa Text
Read Next : Menhan Tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Muzakir Manaf Kecewa Terhadap BNPB saat Banjir Hari Pertama: Orang Minta Tolong Malah Lari

Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:51 WIB
header img
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Foto: tangkapan layar

ACEH, iNewsPortalAceh.id – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan hari-hari awal banjir besar yang melanda, khususnya di Aceh Tamiang.

Mualem menilai respons yang lambat dan kegagalan fungsi peralatan evakuasi memperparah jumlah korban di sepanjang jalur utama Langsa–Aceh Tamiang.

Kritik tajam tersebut disampaikan Mualem dalam rapat terpadu penanganan banjir dan longsor di Lanud Sultan Iskandar Muda pada Jumat, 5 Desember 2025.

"Saya kecewa BNPB di hari pertama banjir, itu di Aceh Tamiang," ujar Mualem dalam video yang diunggah melalui akun pribadinya @muzakirmanaf1964.

Mualem secara spesifik menyoroti BNPB karena boat yang seharusnya digunakan untuk mengevakuasi warga pada hari pertama banjir justru tidak berfungsi. Ia menyebutkan, boat mereka tidak dipakai dengan alasan bocor.

Kegagalan penggunaan peralatan vital ini, menurut Gubernur, berdampak besar pada lambatnya evakuasi korban. Ia mengungkapkan, banyak warga yang terjebak banjir ditemukan meninggal di jalur nasional Langsa–Aceh Tamiang, dan keterlambatan pembersihan jalan semakin memperburuk situasi lapangan.

"Orang minta bantu dia malah lari, itu masalahnya," tegas Mualem, mempertegas kritiknya bahwa koordinasi dan respons di hari-hari awal bencana berjalan buruk dan tidak maksimal.

Di sisi lain, BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini di Aceh Tamiang. Ia menyatakan bahwa jalur darat sudah mulai terbuka dan logistik kini mulai mengalir masuk.

“Aceh Tamiang sudah bisa ditembus dari Langkat dan Sumatera Utara,” kata Muhari pada Kamis (4/12/2025).

BNPB mengklaim bahwa perbaikan dan distribusi bantuan sudah dikebut di dua kabupaten terdampak. Suplai Bahan Bakar Minyak (BBM), logistik, hingga dukungan infrastruktur kelistrikan terus bergerak ke lokasi.

PLN juga disebut memasok genset untuk operasional darurat. Menurut BNPB, genset akan dioptimalkan agar operasional RSUD yang sudah mulai dibersihkan dapat segera beroperasi penuh. Dengan pulihnya jalur darat, truk-truk Pertamina membawa BBM masuk ke wilayah terdampak, menunjukkan bahwa koordinasi lintas instansi berjalan aktif untuk memulihkan daerah yang dilanda banjir.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut