get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.050 Hunian Sementara untuk Warga Sudah Terbangun di Aceh

Menerjang Banjir Demi Nyawa: Kisah Bayi Patah Tulang dan Ibunya di Pengungsian

Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:35 WIB
header img
Bayi mungil tersebut lahir dengan kondisi patah tulang bahu akibat cedera persalinan. Foto: Ist

ACEH TAMIANG, iNewsPortal Aceh.id - Di balik hamparan kebun sawit Desa Rongoh, Tamiang Hulu, sebuah tenda pengungsian banjir Aceh menyimpan cerita pilu sekaligus haru. Di sana, di antara 40 warga yang bertahan dari kepungan bencana, ada seorang ibu yang lemas dan bayinya yang baru berusia dua minggu tengah berjuang melawan rasa sakit.

Bayi mungil tersebut lahir dengan kondisi patah tulang bahu akibat cedera persalinan. Sementara sang ibu, dalam kondisi fisik yang belum pulih benar pascamelahirkan, harus menghadapi kenyataan bahwa kadar hemoglobinnya (HB) menurun drastis hingga membutuhkan transfusi darah segera.

Gerak Cepat di Balik Ketulusan

Kabar mengenai kondisi kritis ini sampai ke telinga Dr. Muhammad Hidayat, seorang relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI. Tanpa menunda waktu, ia bersama tim dari Sekolah Relawan dan tenaga medis langsung menembus jalur pengungsian untuk menjemput harapan bagi keluarga kecil ini.

"Kami bergerak sejak pagi. Fokus utamanya adalah memastikan mereka mendapatkan penanganan yang layak dan fasilitas medis yang memadai," ujar Hidayat.

Sebelum roda ambulans berputar menuju Medan, Hidayat memastikan pintu rumah sakit sudah terbuka lebar. Ia berkoordinasi langsung dengan Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal, yang memberikan atensi penuh agar ibu dan bayi ini segera ditangani setibanya di sana.

Perjalanan Menuju Kesembuhan

Pada Jumat (31/12) menjadi hari yang panjang. Menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang, perjalanan evakuasi berlangsung hingga pukul 20.00 WIB. Lelah fisik tim relawan terbayar saat melihat sang bayi akhirnya bisa tertidur pulas dalam dekapan kehangatan rumah sakit, jauh dari dinginnya tenda pengungsian.

"Bayi sudah aman dan nyaman, sedang tidur. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat bagi sesama," ucap Hidayat dengan nada penuh syukur.

Doa dan Terima Kasih dari Keluarga

Rasa haru tak terbendung dari pihak keluarga. Di lorong rumah sakit, perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan dan pemerintah yang telah menjadi "penyambung nyawa" bagi anggota keluarga mereka.

"Kami sangat berterima kasih telah dibawa dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih untuk semua tangan-tangan baik yang telah membantu kami," ungkap perwakilan keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Kini, ibu dan bayi tersebut telah berada di tangan yang tepat. Di tengah musibah yang melanda Aceh Tamiang, solidaritas kemanusiaan terbukti mampu menjadi cahaya penerang bagi mereka yang sedang terjepit kesulitan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut