get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Sekadar Renovasi: TNI Bangun Kembali Harapan di SDN 19 Tanah Jambo Aye

Target Sebelum Ramadhan 2026: Pengungsi Pidie Jaya Segera Pindah ke Hunian Layak

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29 WIB
header img
Kepala BNPB Tinjau Huntara Korban Banjir Bandang di Pidie Jaya, Target Dihuni Sebelum Ramadan.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI (Purn) Suharyanto, bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang dan longsor di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB melihat langsung kondisi dan kelayakan kamar serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang disiapkan untuk para korban bencana. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan huntara dapat dihuni dengan aman dan layak oleh masyarakat terdampak.

Letjen TNI (Purn) Suharyanto menegaskan, pemerintah menargetkan seluruh huntara yang telah dibangun dapat segera ditempati sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026.

Dengan demikian, masyarakat yang selama ini masih bertahan di tenda pengungsian maupun bangunan darurat seperti gedung pertemuan, sekolah, dan rumah ibadah dapat segera dipindahkan ke hunian sementara yang lebih manusiawi.

“Di Provinsi Aceh, hampir seluruh kabupaten dan kota yang terdampak bencana sudah mulai membangun huntara. Konsepnya memang sebelum bulan puasa, sebagian besar huntara sudah dapat dihuni,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, target nasional BNPB adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak yang masih tinggal di lokasi pengungsian tidak layak dapat segera dipindahkan ke huntara sebelum Ramadan yang diperkirakan mulai pertengahan Februari 2026.

Di Kabupaten Pidie Jaya sendiri, terdapat 773 kepala keluarga terdampak pada tahap pertama yang akan dipindahkan dari sejumlah titik pengungsian terpusat.

Saat ini, pengungsi masih tersebar di tenda-tenda, gedung pertemuan, aula sekolah, hingga beberapa tempat ibadah.

“Di lokasi ini ditargetkan tersedia 215 unit huntara sebelum puasa. Di titik lain juga sudah dibangun huntara dengan jumlah yang hampir sama,” jelas Suharyanto.

Menurutnya, hunian sementara tersebut jauh lebih layak dibandingkan tenda pengungsian. Setidaknya, masyarakat terdampak dapat tinggal dengan lebih nyaman sambil menunggu pembangunan hunian tetap atau huntap, sehingga dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik.

BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga menerapkan beberapa skema penanganan bagi masyarakat terdampak.

Secara umum, terdapat dua skema utama, yakni penempatan di huntara terpusat dan skema mandiri bagi warga yang memilih tinggal bersama keluarga besar atau di lahan sendiri, yang tetap disertai dengan bantuan pemerintah.

Untuk keluarga dengan jumlah anggota besar atau memiliki anak yang sudah dewasa, pemerintah membuka peluang pemberian lebih dari satu unit huntara.

Skema serupa juga akan diterapkan pada pembangunan hunian tetap agar kebutuhan ruang setiap keluarga dapat terpenuhi secara layak.

Sementara itu, bagi warga yang kehilangan lahan akibat bencana, pemerintah daerah dan provinsi bertanggung jawab menyiapkan lahan relokasi.

Sumber lahan dapat berasal dari aset pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga lahan milik pemerintah pusat.

Selanjutnya, BNPB bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan membangun hunian tetap terpusat di lokasi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga membuka opsi relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan sendiri dan berada di zona aman berdasarkan kajian Badan Geologi dan BMKG.

Dalam skema ini, pembangunan huntara maupun huntap akan dilakukan oleh BNPB dengan dukungan TNI dan Polri.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka dengan aman dan bermartabat.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut