get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Pidie Jaya Ikut Bimtek PKB Nasional, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan dan Tata Kelola Daerah

Jelang Bertugas di Papua, 450 Prajurit Macan Leuser Dapat Pesan Tegas Pangdam IM

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:26 WIB
header img
Jelang Bertugas di Papua, 450 Prajurit Macan Leuser Dapat Pesan Tegas Pangdam IM: Humanis kepada Rakyat, Tegas Menjaga Negara.(iNews / Ichdar Ifan).

ACEH SELATAN, iNewsPortalAceh.id – Kesiapan prajurit Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser untuk menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI-PNG) diperiksa secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut dilakukan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., dalam kegiatan Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiap Ops) Tingkat Kodam Iskandar Muda Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Statis Yonif 115/ML, Rabu (22/7/2026).

Kedatangan Pangdam Iskandar Muda beserta rombongan disambut Komandan Yonif 115/ML Letkol Inf Munggi Yudha Mahuli, para perwira staf, serta seluruh prajurit Macan Leuser.

Bagi para prajurit, pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mereka meninggalkan satuan dan menjalankan misi pengabdian di wilayah penugasan.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menegaskan, Riksiap Ops merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh unsur pendukung operasi benar-benar dalam kondisi siap.

“Pemeriksaan kesiapan operasi merupakan salah satu tahapan yang sangat penting sebelum satuan diberangkatkan ke daerah operasi,” ujar Pangdam.

Menurut dia, kesiapan itu mencakup personel, materiil, administrasi, logistik, kesehatan, komunikasi, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.

Seluruh unsur tersebut harus dipastikan berada dalam kondisi optimal agar pelaksanaan tugas dapat berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Namun, bagi Pangdam, tugas di perbatasan tidak hanya berkaitan dengan menjaga wilayah negara.

Penugasan sebagai Satgas Pamtas RI-PNG Statis di Provinsi Papua merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme.

“Keberadaan Satgas tidak hanya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga berperan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, membantu pemerintah daerah, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.

Pangdam mengingatkan para prajurit agar memahami karakteristik wilayah Papua yang memiliki dinamika tersendiri.

Kewaspadaan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kemampuan membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.

Setiap prajurit diminta mengenali potensi ancaman serta mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur sesuai prosedur.

“Pegang teguh aturan pelibatan. Utamakan langkah persuasif dan humanis, namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penting karena para prajurit nantinya tidak hanya akan berhadapan dengan tantangan tugas, tetapi juga akan berinteraksi langsung dengan masyarakat di wilayah perbatasan.

Karena itu, Pangdam meminta seluruh personel menjaga nama baik TNI Angkatan Darat dan Kodam Iskandar Muda dengan membangun komunikasi yang baik bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, aparat pemerintah, dan seluruh komponen lainnya.

“Jadilah prajurit yang dicintai rakyat melalui sikap yang santun, disiplin, serta kepedulian terhadap kesulitan masyarakat di daerah penugasan,” pesannya.

Kepada tim pemeriksa, Pangdam meminta agar seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, teliti, dan menyeluruh. Setiap kekurangan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat pelaksanaan tugas di daerah operasi.

Sementara kepada para prajurit, Pangdam menekankan pentingnya kesiapan operasi, pelaksanaan latihan pratugas secara sungguh-sungguh, kesiapan personel dan materiil, serta keteguhan dalam memegang disiplin, loyalitas, dan moralitas.

Para prajurit juga diminta tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI selama menjalankan tugas.

“Kemudian bangun dan pelihara kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kunci keberhasilan penugasan,” ujar Pangdam.

Menjelang akhir arahannya, Pangdam menyampaikan harapan agar Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 115/Macan Leuser dapat menjalankan tugas dengan aman, lancar, dan berhasil.

Ia juga mendoakan seluruh prajurit dapat kembali ke satuan dalam keadaan lengkap serta membawa prestasi yang membanggakan.

Di balik kesiapan operasi yang diperiksa secara menyeluruh, terdapat harapan besar dari keluarga dan satuan.

Para prajurit Macan Leuser tidak hanya membawa perlengkapan dan kemampuan tempur, tetapi juga membawa nama baik satuan serta amanah untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut