Kemiskinan Aceh Barat Daya Turun, Safaruddin Raih Ketik Awards 2026
SURABAYA, iNewsPortalAceh.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi masyarakat mendapat apresiasi di tingkat nasional. Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., meraih Ketik Awards 2026 kategori Kepala Daerah Penggerak Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-4 Ketik.com yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO Ketik, Kiagus Firdaus, dalam acara bertajuk The 4th Anniversary Ketik yang dikemas melalui 9.9 Awarding.
Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, serta gagasan dan karya dalam mendorong pembangunan.
Penghargaan untuk Bupati Aceh Barat Daya tersebut diterima oleh Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, S.Sos. Capaian tersebut sejalan dengan tren penurunan angka kemiskinan di Aceh Barat Daya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Aceh Barat Daya turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025, atau berkurang 2,02 poin persentase.
Penurunan juga terlihat dari jumlah penduduk miskin. Pada 2024 tercatat sekitar 24,44 ribu jiwa, kemudian turun menjadi sekitar 21,47 ribu jiwa pada 2025.
Artinya, terdapat sekitar 2.970 jiwa lebih sedikit yang masuk kategori penduduk miskin dibandingkan tahun sebelumnya.
Safaruddin mengatakan penghargaan tersebut bukan tujuan akhir dari berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan.
Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat program yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua, tetapi yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana angka kemiskinan terus kita turunkan dan ekonomi masyarakat Aceh Barat Daya terus kita kuatkan,” kata Safaruddin.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sosial. Pemerintah daerah juga harus memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan, modal usaha, keterampilan, serta peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Karena itu, Pemkab Aceh Barat Daya akan memperkuat program pengentasan kemiskinan yang diarahkan pada peningkatan pendapatan keluarga miskin, pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil, pengembangan keterampilan kerja, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan sektor ekonomi produktif masyarakat.
Program tersebut juga diarahkan agar tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong penerima manfaat memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil dan secara bertahap mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya keluar dari garis kemiskinan, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang kuat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.
Safaruddin menegaskan pemerintah daerah akan terus mengevaluasi program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi agar pelaksanaannya tepat sasaran serta benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Pendataan masyarakat miskin juga menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut. Pemerintah daerah akan mendorong agar intervensi diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga, sehingga bantuan maupun program pemberdayaan tidak salah sasaran.
“Kita tidak boleh cepat puas. Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus ditekan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus semakin diperkuat,” katanya.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Barat Daya Zaman Akli mengatakan penghargaan yang diterima Safaruddin bukan sekadar penghargaan dalam bentuk trofi, tetapi menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus bekerja memperbaiki kondisi masyarakat.
“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya di bawah pimpinan Bapak Bupati, penurunan angka kemiskinan akan kita pertahankan, bahkan ditekan lebih jauh agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan Aceh Barat Daya dapat terus ditekan hingga berada di bawah 10 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, kata Zaman, pembangunan ekonomi harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.
“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana program itu mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.
Penghargaan Ketik Awards 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya untuk memperkuat agenda pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan tren penurunan angka kemiskinan yang tercatat dalam data BPS, pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan capaian tersebut sekaligus mempercepat berbagai program yang mendorong masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Ketik Awards merupakan bagian dari peringatan HUT ke-4 Ketik.com yang memberikan apresiasi kepada tokoh dan kepala daerah atas capaian serta kontribusinya dalam pembangunan.
Editor: Jamaluddin