Mualem secara spesifik menyoroti BNPB karena boat yang seharusnya digunakan untuk mengevakuasi warga pada hari pertama banjir justru tidak berfungsi. Ia menyebutkan, boat mereka tidak dipakai dengan alasan bocor.
Kegagalan penggunaan peralatan vital ini, menurut Gubernur, berdampak besar pada lambatnya evakuasi korban. Ia mengungkapkan, banyak warga yang terjebak banjir ditemukan meninggal di jalur nasional Langsa–Aceh Tamiang, dan keterlambatan pembersihan jalan semakin memperburuk situasi lapangan.
"Orang minta bantu dia malah lari, itu masalahnya," tegas Mualem, mempertegas kritiknya bahwa koordinasi dan respons di hari-hari awal bencana berjalan buruk dan tidak maksimal.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
