ACEH TAMIANG, iNewsPortalAceh.id – Sebulan lalu, air mata mungkin sempat bercampur dengan air banjir yang menggenangi Aceh Tamiang. Namun hari ini, aroma masakan dari dapur Rumah Makan Salero Awak mulai mengalahkan bau lumpur yang sempat menyelimuti kota.
Ibu Arnis, sang pemilik, berdiri tegak di depan usahanya. Meski badai banjir Aceh baru saja berlalu, ia adalah potret nyata bahwa semangat manusia jauh lebih kuat dari bencana apa pun.
Perang Melawan Lumpur Setinggi Dada
Membangkitkan kembali sebuah rumah makan dari sisa-sisa bencana bukanlah perkara mudah. Selama tiga minggu penuh, Ibu Arnis dan timnya harus berjibaku dengan sisa-sisa amukan alam.
"Seminggu pertama itu hanya untuk membuang lumpur. Bayangkan, lumpurnya sedalam satu meter," kenang Arnis, Jumat (2/1/2026).
Saat air surut, pemandangan di dalam rumah makannya sungguh memilukan. Perabotan dapur dan meja-meja besar tidak lagi berada di tempatnya. "Posisi alat-alat semua berserakan. Meja menumpuk di atas meja, lemari bergeser entah ke mana," tambahnya.
Bangkit Demi Napas Para Karyawan
Lantas, apa yang membuat Ibu Arnis mampu tersenyum di tengah kerusakan itu? Jawabannya bukan sekadar soal mencari untung, melainkan tentang kemanusiaan.
Ibu Arnis memikul tanggung jawab besar atas nasib 15 karyawannya. Banyak dari mereka adalah para janda yang menjadi tulang punggung keluarga, dan ironisnya, rumah mereka pun ikut hancur diterjang banjir.
"Melihat kondisi karyawan saya yang rata-rata rumahnya hilang, habis tak bersisa... Itulah yang membuat saya bangkit. Kalau saya tidak mulai lagi, mereka mau makan apa? Semangat itu muncul karena rasa kemanusiaan," tuturnya dengan nada bergetar.
Cahaya di Balik Musibah
Berkat bantuan petugas PU dan para relawan yang tak kenal lelah, Rumah Makan Salero Awak akhirnya kembali mengepulkan asap dapurnya selama enam hari terakhir. Meski dijalankan dengan segala keterbatasan, berkah mulai mengalir.
Ibu Arnis mengaku bersyukur karena antusiasme pembeli ternyata luar biasa. Omzet penjualannya menunjukkan tren yang menggembirakan. Baginya, ini bukan sekadar soal pulihnya ekonomi, tapi soal harapan baru bagi Indonesia.
“Alhamdulillah, omzetnya bagus. Insya Allah, selalu ada kehidupan baru di balik setiap musibah. Saya yakin ekonomi kita akan segera meningkat lagi,” pungkasnya optimis.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
