ACEH, iNewsPortalAceh.id – Suasana haru menyelimuti Bumi Serambi Makkah saat suara azan kembali menggema dengan lantang di awal tahun ini. Pemandangan warga yang berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat pertama pada 2 Januari 2026 menjadi simbol kebangkitan yang sangat emosional setelah banjir Aceh melanda.
Kondisi ini menjadi titik balik setelah sebelumnya Aceh sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu yang menyisakan duka mendalam serta kerusakan infrastruktur yang masif.
Bencana hebat tersebut tidak hanya merusak hunian warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas spiritual masyarakat. Banyak masjid yang terendam lumpur pekat, instalasi listriknya terputus, hingga perangkat pengeras suara mati total.
Namun, harapan baru muncul saat PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat melalui inisiatif pemulihan sarana ibadah. Sejak pertengahan Desember, lebih dari 140 relawan PLN dari berbagai penjuru Indonesia diterjunkan untuk bahu-membahu bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) guna membersihkan sisa material lumpur dan memastikan keamanan sistem kelistrikan di rumah-rumah Allah tersebut.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
