PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Proses verifikasi kerusakan rumah akibat banjir bandang di Desa Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, resmi berakhir.
Data final korban banjir diserahkan langsung oleh Geuchik Rhieng Blang, Ns. Yusrizal, S.Kep., kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya untuk selanjutnya diteruskan secara resmi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Data final Desa Rhieng Blang telah kami serahkan melalui Bappeda sebagai pintu resmi pengiriman ke BNPB. Ini merupakan tahapan akhir dari proses verifikasi lapangan,” ujar Geuchik Ns. Yusrizal.
Verifikasi lapangan dilakukan oleh tim terpadu yang diketuai Ibrahim, ST., M.Pd. dan Fauzi, ST., dengan melibatkan unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Proses pendataan turut didukung penuh oleh perangkat desa serta Tuha Peut (BPD) guna memastikan keakuratan dan transparansi data.
“Kami membagi tim menjadi dua untuk mempercepat proses sekaligus memastikan setiap data benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Alhamdulillah, seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu,” kata Ibrahim.
Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir, dari 233 unit rumah terdampak banjir, tercatat 6 unit rusak berat, 169 unit rusak sedang, dan 58 unit rusak ringan.
Data tersebut telah disepakati bersama oleh tim verifikasi, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat, serta ditetapkan sebagai dokumen final.
Geuchik Rhieng Blang berharap data yang telah diverifikasi ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
“Kami berharap data ini menjadi dasar penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah bagi warga terdampak, secara tepat sasaran dan tepat waktu,” ujarnya.
Proses verifikasi di Desa Rhieng Blang merupakan bagian dari upaya besar yang dikoordinasikan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah komando Bupati H. Sibral Malasyi, dengan menerjunkan 167 tim pendata untuk melakukan verifikasi kerusakan di 153 desa terdampak banjir bandang.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
