PIDIE JAYA, PortalAceh.id — Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, jeritan pilu memecah sunyi di Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.
Yanti, seorang warga yang menjadi korban banjir Aceh dan tanah longsor, histeris memanggil rumahnya—tempat pulang yang kini tak lagi terlihat, terkubur lumpur setinggi lebih dari tiga meter.
Di hadapan hamparan lumpur yang membisu, Yanti berdiri terpaku. Rumah yang selama ini menjadi ruang bernaung, tempat berdoa, dan menata harapan, lenyap tanpa jejak.
Bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Meurah Dua itu mengubur seluruh bangunan, menyisakan puing dan trauma yang mengendap. Dengan suara bergetar, Yanti memanggil-manggil rumahnya.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
