BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id — Memasuki hari-hari awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat belajar santri di Aceh menunjukkan geliat positif. Melalui program apresiasi pembelajaran mandiri, Azhar Kiran menggagas kompetisi produktivitas yang memacu santri untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan penguatan ilmu pengetahuan.
Program yang akan mencapai puncaknya pada malam ke-6 Ramadhan ini dirancang sebagai ruang evaluasi sekaligus motivasi. Santri tidak hanya didorong meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga konsistensi belajar dan pelaporan aktivitas keilmuan selama bulan suci.
Berdasarkan rekapitulasi partisipasi lima hari pertama yang dirilis tim penilai, Dayah Sirda Blang Awe tampil dominan. MTs Tastafi mencatatkan 209 kali pengumpulan materi, menempatkan mereka di posisi teratas. Disusul SMK Tastafi dengan 74 kali submit, yang juga berasal dari lembaga pendidikan yang sama.
Sementara itu, sejumlah lembaga pendidikan lain tercatat dalam klasemen sementara, di antaranya MTsN 2 Aceh Barat, Dayah Jeumala Amal, MIN 13 Pidie Jaya, dan MIN 40 Pidie.
Meski selisih capaian cukup jauh, Ustadz Azhar menilai hal tersebut sebagai tantangan positif, bukan hambatan.
Dalam pesannya kepada para santri, Ustadz Azhar Kiran mengingatkan agar tidak berkecil hati dengan hasil sementara.
Ia menantang peserta untuk meningkatkan performa pada fase berikutnya dengan disiplin dan tekad yang lebih kuat.
“Ilmu tidak akan diperoleh dengan sikap santai. Mulailah setiap hari dengan niat dan kesungguhan baru,” pesannya yang beredar luas di berbagai grup belajar santri.
Pada malam ke-6 Ramadhan, panitia akan mengumumkan penerima apresiasi dalam tiga kategori utama, yakni santri paling aktif, perwakilan terbanyak berdasarkan asal sekolah atau daerah, serta laporan pembelajaran terbaik.
Seluruh peserta diingatkan bahwa batas akhir pengumpulan laporan harian ditetapkan pada Senin sore pukul 18.00 WIB.
Meski menghadirkan hadiah sebagai pemantik semangat, Ustadz Azhar menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai keikhlasan dalam menuntut ilmu.
Ia mengajak para santri menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keilmuan.
Kini, perhatian tertuju pada fase lanjutan program tersebut. Apakah dominasi Dayah Sirda Blang Awe akan bertahan, atau muncul kejutan dari santri daerah lain di Aceh, hasilnya akan terjawab pada malam ke-6 Ramadhan.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
