PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id – Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian menyatakan pemerintah pusat terus mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri penyerahan bantuan santunan ahli waris, korban luka, jaminan hidup, bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana di Pidie Jaya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, sejak awal bencana terjadi pada akhir November 2025, pemerintah pusat langsung memberikan perhatian serius dengan mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu daerah terdampak.
“Saya datang ke sini pada 29 November saat banjir masih besar. Hari ini saya melihat banyak perubahan yang sangat signifikan, mulai dari jalan nasional, listrik, hingga berbagai fasilitas umum yang sudah mulai pulih,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan perbaikan infrastruktur serta penanganan korban bencana, mulai dari santunan bagi korban meninggal dunia, bantuan bagi warga yang rumahnya rusak ringan, sedang, hingga berat, serta dukungan bagi fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, pondok pesantren, rumah sakit, dan puskesmas.
Presiden Prabowo Subianto, kata Tito, sejak awal telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di wilayah Sumatera.
Salah satunya dengan menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) bagi daerah terdampak serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan alokasi transfer ke daerah yang nilainya mencapai sekitar Rp10,6 triliun untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dari total tersebut, Provinsi Aceh mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai daerah.
Tito menambahkan, pemerintah juga menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah hingga tiga tahun ke depan dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp62 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur vital seperti sungai, jembatan, jalan, hingga fasilitas publik yang rusak akibat bencana.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga fokus pada bantuan langsung bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isi hunian sebesar Rp3 juta per keluarga, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta bagi warga terdampak.
“Kalau diberi pilihan tentu semua orang memilih tidak terkena bencana. Tapi karena ini takdir, negara hadir untuk membantu masyarakat agar bisa bangkit kembali,” kata Tito.
Ia juga menegaskan bahwa kecepatan penyaluran bantuan sangat bergantung pada kelengkapan data yang disampaikan pemerintah daerah.
Daerah yang lebih cepat mengirimkan data korban secara lengkap akan lebih cepat pula mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
Dalam hal ini, Tito mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang dinilai paling cepat dan lengkap dalam menyampaikan data korban terdampak bencana.
“Pidie Jaya menjadi daerah yang paling cepat mengirimkan data lengkap, sehingga bantuan yang diterima juga lebih cepat dan lebih besar,” ujarnya.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
