LHOKSEUMAWE, ACEH, iNewsPortalAceh.id – Malam pertengahan Ramadhan 1 Syawal 1447 Hijriah, Korem 011/Lilawangsa memperingati Nuzulul Qur’an, di Masjid Al-Fitrah, Kompleks Militer Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2026) malam.
Peringati malam Nuzulul Qur’an dengan tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI Yang Prima Dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju”.
Mengawali acara, prajurit TNI dan jamaah melakukan berbuka puasa bersama, shalat Maghrib dan Isya berjamaah, Tausiah kemudian Tarawih.
Dalam tausiah singkatnya, Ustad Bayhaqi, S.Pd.,M.pd, Pimpinan Darul Quran Ibnu Katsir, mengatakan bulan puasa saat ini memasuki pertengahan Ramadhan, seluruh umat muslim memperingati sebagai malam Nuzulul Quran.
“Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting umat Islam, yaitu turunya Al Quranul Karim kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Alquran menjadi pedoman hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat,” terangnya.
Ustadz Baihaqi menguraikan, dalam isi Surat Al-Baqarah ayat 185. Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil qur'ānu hudal linnāsi wabayyinātim minal hudā wal-furqān.
“Artinya, bulan suci Ramadhan inilah bulan yang diturunkannya Al Quran, dan petunjuk bagi manusia, serta menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil,” ujarnya.
Bayhaqi menyebutkan, salah satu mukjizat dari pada Al Quran, adalah dengan perbanyak membaca Alquran, maka Allah akan melimpah gandakan pahala.
Kemudian mukjizat lainnya ialah, Syafaat penolong di yaumil qiyamah.
“Syafaat bagi yang membaca, juga yang mengajarkan dan mempelajari itulah orang yang sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam sabda rasulullah SAW, dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam bukhari Khoirukum man ta'allamal qur'ana wa amalahum,” terangnya.
Menurutnya, bulan suci ramadhan tidak hanya mengajarkan bagaimana menahan rasa haus dan lapar. Akan tetapi juga mendidik agar lebih disiplin, bagaimana menahan hawa nafsu dan menahan emosi.
“Prajurit TNI yang hebat, bukan hanya Dia kuat fisiknya, akan tetapi prajurit yang sanggup menahan emosinya ketika marah. Inilah Ramadhan adalah sebuah madrasah, universitas, yang di dalamnya terdapat kurikulum menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu dan kedisiplinan,” sebutnya.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
