Pemkab Aceh Barat Prioritaskan Rehabilitasi Jembatan Gantung Canggai–Jambak

Afsah
Pemkab Aceh Barat Prioritaskan Rehabilitasi Jembatan Gantung Canggai–Jambak, Pengerjaan Ditargetkan Mulai Juli 2026.(iNews / Afsah).

MEULABOH, iNewsPortalAceh.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan rehabilitasi jembatan gantung penghubung Gampong Canggai dan Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, segera direalisasikan setelah sempat terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat pedalaman itu kini masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah karena dampaknya dinilai sangat besar terhadap aktivitas warga, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly Octora, mengatakan saat ini pihaknya tengah menuntaskan tahapan administrasi dan persiapan tender agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

“Rencananya dalam waktu dekat akan segera ditender. Kami menargetkan awal Juli 2026 pengerjaan fisik sudah mulai dilakukan,” ujar Fadly, Selsa (9/6/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari Transfer Kas Kedaerahan (TKKD) dalam APBK Aceh Barat Tahun Anggaran 2026 untuk rehabilitasi jembatan tersebut.

Fadly menegaskan, percepatan pembangunan kembali jembatan itu dilakukan karena pemerintah memahami kondisi sulit yang dialami masyarakat selama akses penghubung antar-gampong terputus.

Sejak jembatan ambruk diterjang banjir, warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh mencapai sekitar delapan kilometer.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di kawasan pedalaman.

Yang paling memprihatinkan, kata Fadly, adalah kondisi anak-anak sekolah yang harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa tetap belajar.

Sebagian dari mereka terpaksa menyeberangi sungai atau menggunakan perahu penyeberangan sederhana yang berisiko tinggi.

“Kami sangat memahami kesulitan masyarakat di sana, terutama anak-anak sekolah yang harus menyeberang sungai atau menggunakan perahu untuk pergi belajar. Selain itu, akses ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya juga ikut terganggu,” katanya.

Ia menyebutkan, keberadaan jembatan gantung tersebut selama ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat di Kecamatan Pante Ceureumen, khususnya bagi warga Gampong Canggai dan Gampong Jambak yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses tersebut.

Karena itu, Dinas PUPR optimistis proses rehabilitasi dapat berjalan sesuai target mengingat dukungan anggaran sudah tersedia dan proyek tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Insyaallah jika tidak ada hambatan, setelah proses tender selesai maka rehabilitasi jembatan gantung ini akan segera terealisasi pada Juli 2026,” ujar Fadly.

Ia juga meminta dukungan masyarakat agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga akses vital warga dapat kembali normal dalam waktu secepatnya.

Editor : Jamaluddin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network