ACEHBARATDAYA, iNewsPortalAceh.id– Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif Tahap II bagi tenaga kesehatan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara kombinasi daring dan luring tersebut diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai unit pelayanan di lingkungan RSUD-TP Aceh Barat Daya.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi petugas kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Direktur RSUD-TP Aceh Barat Daya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B., mengatakan komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien, keluarga pasien, maupun sesama rekan kerja memiliki pengaruh besar terhadap kualitas layanan yang diberikan.
“Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan. Ketika pasien merasa didengar, dihargai, dan mendapatkan informasi yang jelas, maka proses pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik,” ujar Ismail Muhammad yang akrab disapa Ismuha.
Ia menjelaskan, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis dan teknis yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan mudah dipahami.
Dengan demikian, hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien dapat terjalin lebih harmonis serta mendukung proses pelayanan yang optimal.
Menurut Ismuha, komunikasi efektif juga berperan penting dalam memperkuat koordinasi antarprofesi di lingkungan rumah sakit.
Komunikasi yang baik dapat meminimalkan kesalahpahaman, meningkatkan kerja sama tim, dan mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.
“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam tugas sehari-hari, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin berkualitas,” katanya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik dan diskusi interaktif yang membahas berbagai situasi pelayanan kesehatan.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu peserta mengenali potensi hambatan komunikasi sekaligus mencari solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Ismuha menilai penguatan keterampilan komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Karena itu, pelatihan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia di RSUD-TP Aceh Barat Daya.
“Dengan semangat melayani dengan hati, berkomunikasi dengan empati, dan bekerja secara profesional, RSUD-TP Aceh Barat Daya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
