PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Upaya memperkuat ketahanan kawasan pesisir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dilakukan melalui penanaman 2.000 pohon mangrove di kawasan Pasi Aron, Kecamatan Jangka Buya, Selasa (8/9/2026).
Aksi penghijauan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI. Kegiatan melibatkan jajaran TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, pemerintah kecamatan dan gampong, serta berbagai unsur masyarakat.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Pidie Jaya Helmi menyampaikan apresiasi terhadap langkah tersebut.
Menurut Helmi, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi aksi nyata untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat perlindungan alami masyarakat yang tinggal di kawasan pantai.
“Penanaman mangrove ini menjadi aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir,” kata Helmi.
Pasi Aron dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki fungsi strategis bagi ekosistem pesisir. Ribuan mangrove yang ditanam diharapkan mampu menjadi benteng alami untuk mengurangi ancaman abrasi, menjaga habitat biota laut, sekaligus mempertahankan keseimbangan lingkungan.
Lebih jauh, gerakan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari mitigasi bencana berbasis lingkungan. Keberadaan mangrove yang terawat dapat membantu memperkuat kawasan pesisir menghadapi berbagai ancaman kerusakan lingkungan.
Namun, Helmi mengingatkan pekerjaan tidak berhenti setelah ribuan bibit ditanam. Menurutnya, keberhasilan program tidak ditentukan oleh banyaknya pohon yang masuk ke tanah hari ini, melainkan oleh seberapa banyak yang mampu tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari 2.000 pohon yang ditanam, tetapi dari kemampuan memastikan tanaman tersebut tumbuh dan terpelihara,” ujarnya.
Karena itu, pemeliharaan, pengawasan, dan perlindungan kawasan menjadi bagian penting setelah penanaman dilakukan. Helmi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Pelestarian kawasan pesisir, kata dia, tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah atau TNI-Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut diperlukan mulai dari proses penanaman, perawatan bibit hingga pengawasan agar kawasan mangrove tidak kembali rusak.
“Yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Mari kita rawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan generasi yang akan datang,” katanya.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
