DIPA Turun! Bupati Sibral Bawa Kabar Besar untuk 7 Pasar Pidie Jaya, Ekonomi Warga Segera Dihidupkan
BOGOR, iNewsPortalAceh.id – Kabar besar datang untuk pemulihan ekonomi Pidie Jaya. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana Tahun Anggaran 2026 dari pemerintah pusat.
DIPA tersebut diterima langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., dalam Rapat Koordinasi Antarinstansi sekaligus seremoni penyerahan DIPA yang digelar di Arch Hotel Bogor, Kota Bogor, Senin (5/10/2026).
Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Logistik, Iqbal S. Shofwan.
Bagi Pidie Jaya, penyerahan DIPA ini bukan sekadar seremoni administrasi.
Anggaran tersebut menjadi salah satu amunisi penting untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sarana perdagangan yang terdampak bencana sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat.
Bupati Sibral memastikan dukungan pemerintah pusat tersebut akan segera ditindaklanjuti di daerah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Setelah DIPA ini kita terima, tentu menjadi tanggung jawab kita untuk segera menindaklanjutinya dan melaksanakan program sesuai ketentuan. Yang terpenting, manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku ekonomi yang terdampak bencana,” kata Sibral.
7 Pasar Jadi Sasaran Pemulihan
Dukungan Dana Tugas Pembantuan tersebut berkaitan dengan pemulihan sarana perdagangan di Pidie Jaya yang terdampak bencana.
Terdapat tujuh pasar yang menjadi bagian dari kebutuhan pemulihan, yakni:
Pasar Ikan Meureudu
Pasar Ikan Lueng Putu
Pasar Ikan Ulee Gle
Pasar Ikan Ulim
Pasar Ikan Trienggadeng
Pasar Ikan Jangka Buya
Pasar Sayur Meureudu
Keberadaan pasar-pasar tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas perdagangan sekaligus menjadi tempat bergantungnya para pedagang dan pelaku usaha kecil untuk memperoleh penghasilan.
Karena itu, pemulihan sarana perdagangan dipandang tidak bisa dipisahkan dari agenda besar rehab-rekon pascabencana Pidie Jaya.
Bukan Sekadar Bangun Pasar
Bupati Sibral menegaskan rehabilitasi sarana perdagangan bukan sekadar memperbaiki bangunan atau fasilitas yang rusak.
Lebih jauh, pemerintah ingin memastikan aktivitas jual beli kembali bergerak, pedagang dapat kembali berusaha dan roda ekonomi masyarakat kembali berputar.
Setelah DIPA diterima, Pemkab Pidie Jaya akan menempuh tahapan pelaksanaan sesuai mekanisme yang berlaku agar dukungan pemerintah pusat dapat segera diterjemahkan menjadi program nyata di lapangan.
“Harapannya program ini berjalan tepat sasaran, transparan dan akuntabel, sehingga pasar dan sarana perdagangan yang dipulihkan tidak hanya kembali berfungsi, tetapi mampu menjadi penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat,” ujar Sibral.
Pemkab Pidie Jaya juga menempatkan prinsip membangun kembali dengan lebih baik, aman dan tangguh sebagai bagian penting dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pasalnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana.
Infrastruktur yang dibangun kembali diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang sekaligus lebih siap menghadapi risiko bencana berikutnya.
Dengan diterimanya DIPA tersebut, Pemkab Pidie Jaya kini bersiap bergerak dari meja koordinasi menuju pelaksanaan di lapangan.
Tujuh pasar yang menjadi urat nadi perdagangan ditargetkan kembali berfungsi, para pedagang kembali beraktivitas, dan ekonomi warga perlahan bangkit dari tekanan bencana.
Bagi Pidie Jaya, pemulihan pasar berarti lebih dari sekadar memperbaiki bangunan. Ketika pasar kembali hidup, di situlah roda ekonomi masyarakat kembali berputar.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
