Ketua MWA juga menyoroti pentingnya transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mengacu pada laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, sekitar 39 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan akan berubah hingga tahun 2030. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan hari ini, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan belajar ulang dan beradaptasi terhadap perubahan.
Selain itu, dia menilai status USK sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) memberikan peluang besar untuk memperkuat mutu, memperluas kemitraan, dan mengelola sumber daya secara lebih responsif. Namun, otonomi tersebut harus dibarengi dengan akuntabilitas, integritas, dan tata kelola yang baik.
Menutup sambutan, Ketua MWA mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas untuk terus memperkuat kontribusi bagi almamater, Aceh, dan Indonesia.
"Pada usia ke-65 ini, mari kita teguhkan kembali tiga kata yang menjadi arah bersama: Unggul dalam keilmuan, Solutif melalui inovasi, dan Kontributif bagi negeri," timpalnya.
Dia berharap USK terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki reputasi akademik yang kuat, tetapi juga semakin relevan terhadap persoalan zaman dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.
"Jangan hanya membangun universitas yang semakin tinggi reputasinya. Bangunlah universitas yang semakin luas manfaatnya," tandasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
