Jembatan Terputus, Warga Reje Payung Menanti Jalan Pulang

SM Said
Penyerahan bantuan oleh Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Khusus Aceh Tengah Kolonel Laut Daniel Setiawan kepada Kepala Desa Reje Payung, Sejahtera, di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Rabu, 14 Oktober 2026. Foto ist

ACEH TENGAH, iNewsPortalAceh.id - Banjir susulan di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, memutus satu-satunya akses menuju Kampung Reje Payung. Akibatnya, warga terpaksa mengungsi ke Kampung Jamat, sementara aktivitas ekonomi mereka terganggu karena lahan perkebunan dan persawahan sulit dijangkau.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan memasak senilai Rp35 juta disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Lumut dan Kampung Reje Payung pada Rabu (14/10/2026).

Namun, warga berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan yang putus serta merealisasikan pembangunan hunian tetap bagi keluarga terdampak.

Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Linge selama dua pekan terakhir menyebabkan Sungai Jambo Aye meluap.

Derasnya arus sungai memutus Jembatan Gantung Garuda yang selama ini menjadi satu-satunya akses menuju Kampung Reje Payung.
Terputusnya jembatan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keberlangsungan perekonomian masyarakat.

Sebagian besar lahan perkebunan dan persawahan warga berada di Kampung Reje Payung yang kini sulit dijangkau.
Bantuan senilai Rp35 juta tersebut berasal dari Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Muhammad Tito Karnavian.

Bantuan diserahkan melalui Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Khusus Aceh Tengah, Kolonel Laut Daniel Setiawan.

“Agenda hari ini yang pertama dan terpenting adalah memberikan tali asih. Ini merupakan bentuk perhatian Bapak Menteri Dalam Negeri sebagai Kasatgas atas banjir susulan,” kata Daniel.

Bantuan tersebut disalurkan kepada 99 kepala keluarga (KK) atau 305 jiwa. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir susulan.

Warga Berharap Jembatan Segera Dibangun

Kepala Desa Reje Payung, Sejahtera, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Meski demikian, dia berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan penghubung agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mengakses lahan pertanian mereka.

Menurut Sejahtera, keberadaan jembatan sangat penting karena sebagian besar sumber penghidupan warga berada di Kampung Reje Payung.

“Harapan kami, selaku masyarakat Reje Payung dan kami pemerintahan desa, semoga cepat pembangunan jembatan dari Reje Payung. Karena perekonomian masyarakat semua adalah di Reje Payung. Baik sumber perkebunan, sawah, semua di Reje Payung,” ujar Sejahtera.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah, Andalika, mengatakan upaya pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok.

Pemerintah juga akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memulihkan infrastruktur, lahan pertanian, dan perkebunan yang rusak akibat bencana.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, target rekon selama tiga tahun dapat dituntaskan,” kata Andalika.

92 KK Direncanakan Mendapat Hunian Tetap

Selain pemulihan infrastruktur dan sumber penghidupan, pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga Reje Payung yang mengungsi ke Kampung Jamat.
Andalika mengatakan, pembangunan huntap tersebut telah masuk dalam rencana induk kegiatan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 2026.

Sebanyak 92 KK terdampak direncanakan menjadi penerima manfaat pembangunan hunian tetap tersebut. Lahan yang akan digunakan merupakan milik warga yang telah dibebaskan oleh pemerintah daerah.

“Tentunya kita akan segera membangunkan huntapnya, huntap ini yang memang sudah masuk dalam rencana induk kegiatan tahun 2026 oleh Kementerian PKP,” ujarnya.

Bagi warga Reje Payung, pemulihan pascabencana bukan sekadar menerima bantuan kebutuhan pokok. Pembangunan kembali jembatan menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka akses menuju perkebunan dan persawahan, sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.

Sementara itu, pembangunan hunian tetap diharapkan menjadi solusi bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau tidak dapat kembali ke tempat tinggal semula akibat bencana.
Hingga jembatan kembali terbangun dan rencana hunian tetap terealisasi, warga Reje Payung masih menanti pulihnya akses serta kehidupan mereka setelah banjir susulan.

Padatkan Naskah agar Lebih Ringkas
Perkuat Lead dengan Dampak Banjir
Hapus Pengulangan Informasi Huntap

Editor : Suriya Mohamad Said

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network