Dari Latihan Pedang Hingga Dialek Aceh, Begini Totalitas Syaura Salsabila di Pasukan 1.000 Janda

Vitrianda Hilba Siregar
Aktris muda Syaura Salsabila kembali membuktikan kepiawaian beraktingnya lewat film Pasukan 1.000 Janda. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsPortalAceh.id  -  Aktris muda Syaura Salsabila kembali membuktikan kepiawaian beraktingnya lewat film Pasukan 1.000 Janda. Dalam film berlatar sejarah ini, Syaura dipercaya memerankan karakter Gema—putri dari pejuang perempuan legendaris asal Aceh, Laksamana Malahayati, yang gigih melawan penjajahan Belanda.

Untuk menghidupkan karakter Gema secara maksimal, Syaura menjalani serangkaian persiapan intensif. Tak hanya mendalami emosi dan menguasai dialek Aceh, ia juga melatih fisik untuk melakukan adegan pertempuran menggunakan pedang dan senapan.

Semangatnya dalam dunia seni peran pun diimbangi dengan disiplin tinggi. Di luar jadwal syuting, Syaura rutin mengasah kemampuan aktingnya secara mandiri tanpa mengesampingkan hobinya di bidang olahraga.

 
“Saya senang terus belajar akting, termasuk latihan mandiri. Di luar itu, saya juga menikmati seni bela diri serta olahraga seperti boxing, basket, berkuda, dan berenang. Bagi saya, semua aktivitas ini adalah cara untuk terus belajar, menjaga kebugaran, dan mengembangkan diri,” ungkap Syaura.

Tampil Memukau dengan Wastra Nusantara

Kecintaan Syaura terhadap budaya Indonesia juga terpancar dari penampilannya di gala premiere. Ia tampil elegan mengenakan busana yang mengusung elemen utama Tenun Songket Lepus Palembang, hasil kolaborasinya dengan desainer Ernesto Abram beserta tim.

Perpaduan kain merah bermotif Bintang Bekait berkilau benang emas kristal yang disulap menjadi midi coat berkerah asimetris, dipadukan dengan gaun berwarna burgundy, sukses menghadirkan kesan tegas sekaligus dramatis.

Persiapan busana ini memakan waktu hingga berbulan-bulan dengan melibatkan desainer sepatu dan perajin lokal. Melalui karya ini, Syaura ingin membuktikan bahwa wastra Nusantara bisa tampil modern dan berkelas tanpa kehilangan identitas budayanya.

Bagi Syaura, memerankan Gema bukan sekadar langkah besar dalam kariernya, melainkan juga sarana untuk mendalami sejarah serta menyulut semangat perjuangan perempuan Indonesia di mata generasi muda.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network