JAKARTA, iNewsPortalAceh.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pembangunan 21.228 unit hunian tetap (huntap) relokasi pascabencana di Provinsi Aceh. Program yang ditargetkan berlangsung pada periode 2026-2027 tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp6,077 triliun.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah terus mengakselerasi seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.
"Pemerintah terus mempercepat seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana segera memperoleh hunian yang layak. Pemilihan penyedia jasa, penandatanganan kontrak, mobilisasi lapangan, hingga pelaksanaan konstruksi terus kami kawal secara ketat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai," kata Safrizal ZA, Rabu (21/10).
Berdasarkan pemutakhiran data per 21 Oktober 2026, alokasi pembangunan huntap di Aceh pada Tahun Anggaran 2026 mencapai 6.220 unit yang tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe. Anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,76 triliun.
Percepatan pembangunan ditandai dengan rampungnya proses pengadaan penyedia jasa dan penandatanganan kontrak pada seluruh paket pekerjaan Tahun Anggaran 2026. Secara keseluruhan terdapat 54 paket pembangunan huntap relokasi terpusat di Sumatra dengan nilai kontrak konstruksi fisik mencapai Rp1,647 triliun dan kontrak manajemen konstruksi sebesar Rp40,72 miliar.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
