Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jumlah Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 400 Orang, RS Kekurangan Pasokan Medis
Advertisement . Scroll to see content

Media Besar Inggris Ini Tolak Permintaan Pemerintah Sebut Hamas Teroris

Rabu, 11 Oktober 2023 | 07:51 WIB
  • author Anton Suhartono
Media Besar Inggris Ini Tolak Permintaan Pemerintah Sebut Hamas Teroris
Keterangan Foto: BBC menolak permintaan pemerintah Inggris menyebut Hamas sebagai teroris (Foto: Reuters)

LONDON, iNewsPortalAceh.id - Media besar Inggris BBC menolak permintaan pemerintah untuk menyebut Hamas sebagai teroris.

Grup media yang mengelola penyiaran dan media online itu menegaskan tak akan tunduk kepada keinginan pemerintah terkait konflik Israel-Palestina.

Seorang juru bicara BBC mengatakan, setiap istilah teroris yang keluar dari pemberitaannya terkait perang Palestina dan Israel merupakan pernyataan langsung dari pihak lain, bukan perusahaan.

“Kami selalu menganggap serius penggunaan bahasa. Siapa pun yang menonton atau mendengarkan liputan kami akan mendengar kata ‘teroris’ berkali-kali, kami mengaitkan dengan mereka yang menggunakannya, misalnya pemerintah Inggris," ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (10/10/2023).

Dia menegaskan, panduan penggunaan setip istilah dalam pemberitaan BBC telah berlaku selama puluhan tahun perusahaan beroperasi.

Itu juga sejalan dengan pendekatan lembaga penyiaran lainnya.

“BBC merupakan lembaga penyiaran yang independen secara editorial dan tugasnya adalah menjelaskan dengan tepat apa yang terjadi ‘di lapangan’ sehingga pemirsa kami dapat membuat penilaian mereka sendiri," tuturnya.

Sebelumnya Menteri Kebudayaan Inggris Lucy Frazer meminta direktur jenderal BBC agar meninjau ulang pedomannya soal penggunaan istilah teroris.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut