get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasi Raksasa Satgas Kuala: Prabowo Kucurkan Rp60 Triliun untuk Bedah Sungai dan Atasi Krisis Air

Kerinduan Terobati: Azan Kembali Membahana di Langit Aceh Setelah Sebulan Sunyi Akibat Bencana

Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:17 WIB
header img
Suasana haru menyelimuti Bumi Serambi Makkah saat suara azan kembali menggema dengan lantang di awal tahun ini. Foto: Binti Mufarida

ACEH, iNewsPortalAceh.id – Suasana haru menyelimuti Bumi Serambi Makkah saat suara azan kembali menggema dengan lantang di awal tahun ini. Pemandangan warga yang berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat pertama pada 2 Januari 2026 menjadi simbol kebangkitan yang sangat emosional setelah banjir Aceh melanda.

Kondisi ini menjadi titik balik setelah sebelumnya Aceh sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu yang menyisakan duka mendalam serta kerusakan infrastruktur yang masif.

Bencana hebat tersebut tidak hanya merusak hunian warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas spiritual masyarakat. Banyak masjid yang terendam lumpur pekat, instalasi listriknya terputus, hingga perangkat pengeras suara mati total.

Namun, harapan baru muncul saat PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat melalui inisiatif pemulihan sarana ibadah. Sejak pertengahan Desember, lebih dari 140 relawan PLN dari berbagai penjuru Indonesia diterjunkan untuk bahu-membahu bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) guna membersihkan sisa material lumpur dan memastikan keamanan sistem kelistrikan di rumah-rumah Allah tersebut.

Dengan bermodalkan sekop dan selang pemadam, para relawan dan warga berjibaku menyapu bersih jejak bencana di lima wilayah terdampak paling parah, mulai dari Aceh Tamiang hingga Gayo Lues. Kerja keras ini membuahkan hasil nyata dengan pulihnya 15 masjid secara penuh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan berupa Al-Qur'an, perlengkapan salat, hingga perbaikan kubah dan sistem pengeras suara agar pusat kegiatan keagamaan bisa segera kembali berfungsi.

Rasa syukur tak terhingga dirasakan oleh para jemaah, salah satunya Sulaiman dari Masjid Al-Huda Kuala Simpang. Ia mengaku sempat kewalahan membersihkan lumpur tebal secara mandiri selama dua minggu, namun kehadiran tim relawan dengan peralatan lengkap menjadi penolong yang nyata.

Senada dengan itu, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah, Rudi Muharram, memberikan apresiasi tinggi atas bantuan alat ibadah yang membuat masjid mereka kembali 'hidup'. Kini, fasilitas ibadah yang telah bersih dan terang membuat masyarakat Aceh bisa kembali bersujud dengan tenang di rumah ibadah mereka sendiri.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut