Alarm Krisis Air Sawah Dibunyikan! Bupati Pidie Jaya Buka Musrenbang, Pertanian Jadi Prioritas Utama
PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Krisis air yang membayangi ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Trienggadeng akhirnya mendapat perhatian serius. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, secara tegas menyoroti persoalan tersebut saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2027 Tingkat Kecamatan, di Aula Kantor Camat Trienggadeng, Rabu (28/1/2026).
Dalam forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dan masyarakat itu, Bupati menegaskan bahwa keterbatasan air irigasi telah menjadi ancaman nyata bagi produktivitas pertanian dan keberlangsungan ekonomi petani.
Menurutnya, tanpa penanganan serius, krisis air sawah berpotensi melemahkan ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.
“Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi panggung menentukan masa depan masyarakat. Persoalan air sawah di Trienggadeng harus ditangani secara serius dan terencana,” tegas Bupati di hadapan peserta Musrenbang.
Solusi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Bupati menekankan, Musrenbang menjadi momentum krusial untuk melahirkan solusi konkret melalui sinkronisasi program lintas sektor, terutama pada penguatan infrastruktur irigasi dan pengelolaan sumber daya air.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kata dia, berkomitmen menjadikan persoalan air persawahan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas administrasi.
Aspirasi petani dan masyarakat Trienggadeng diharapkan menjadi dasar kuat dalam penyusunan program kerja tahun 2027.
Perencanaan Partisipatif untuk Ketahanan Pangan
Melalui Musrenbang tingkat kecamatan ini, Pemkab Pidie Jaya menargetkan lahirnya perencanaan pembangunan yang responsif, berkelanjutan, dan berdampak langsung, khususnya bagi sektor pertanian.
Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.
Editor : Jamaluddin