Sudah Enggak Zaman Jadi Penonton! Pemuda Aceh Unjuk Gigi Jadi Bos di HIROE 2025
BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id – Ajang kompetisi Human Integration for Reform and Empowerment (HIROE) 2025 sukses menggelar puncak acara Demo Day secara daring.
Diinisiasi oleh Egg Geek, acara ini menjadi panggung bagi sederet inovasi pemuda Aceh untuk menawarkan solusi nyata atas tantangan global, sekaligus menggaungkan transformasi peran pemuda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Managing Partner Egg Geek, Hafriz Jafni, menegaskan bahwa HIROE hadir bukan sekadar sebagai kompetisi biasa, melainkan sebuah gerakan perubahan. Pihaknya ingin mengubah paradigma di mana pemuda sering kali hanya menjadi objek pembangunan.
"Sejak 2016, kegelisahan kami adalah bagaimana mengubah pemuda Aceh yang selama ini sering ditempatkan sebagai objek pembangunan, menjadi subjek perubahan itu sendiri," ujar Hafriz dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).
Ia juga mengapresiasi ketangguhan para peserta. Meski Aceh sempat dilanda bencana banjir, para finalis tetap tampil maksimal mempresentasikan ide-ide inovasi pemuda Aceh yang solutif dan berdaya saing.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di era digital. Menurutnya, anak muda Aceh tidak boleh lagi terpaku menunggu lowongan pekerjaan.
"Dunia hari ini telah berubah drastis. Saya mengajak seluruh anak muda Aceh untuk mengubah mindset. Jangan menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakanlah kesempatan itu melalui ide-ide kreatif dan inovasi," tegas Illiza belum lama ini
Pemerintah Kota Banda Aceh pun menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi. "Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Mari kita bersinergi pemerintah sebagai fasilitator dan pemuda sebagai eksekutor inovasi," tambahnya.
Dalam sesi Demo Day, para finalis mempresentasikan beragam solusi, mulai dari manajemen sampah (Sambin QR), e-commerce (Dago Aceh), hingga IoT tambak udang (Aquasense). Mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis seperti Novan Adrian (Co-founder Qasir.id) dan Zulfikar (Co-founder Yagi Natural).
Berdasarkan penilaian ketat dewan juri, gelar Best Impact Innovation diraih oleh Scholar Dojo, sebuah platform micro-learning yang fokus meningkatkan kemampuan menulis dan wawancara kerja bagi pencari karier. Sementara itu, kategori Best Innovation disabet oleh Tim Golden (Kimi Parfum) yang sukses melakukan hilirisasi minyak nilam Aceh menjadi produk wewangian bernilai ekonomi tinggi.
Adapun kategori People's Choice dimenangkan oleh Aceh Heritage Stem Hunt, sebuah inovasi gamifikasi pariwisata yang mengajak wisatawan mengumpulkan stempel digital di situs-situs sejarah.
Acara ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para inovator muda untuk terus mengembangkan bisnis yang berdampak luas bagi perekonomian daerah.
Editor : Armia Jamil