get app
inews
Aa Text
Read Next : Gotong Royong Pulihkan Pidie Jaya, Polisi Bersama TNI dan Warga Bersihkan Fasilitas Umum

Menanam Harapan Pascabencana, TNI dan Pemda Hijaukan DAS Pidie Jaya dengan 1.000 Pohon

Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:34 WIB
header img
Menanam Harapan Pascabencana, TNI dan Pemda Hijaukan DAS Pidie Jaya dengan 1.000 Pohon.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Pasca banjir Aceh yang meluluhlantakkan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Pidie Jaya, upaya pemulihan tak berhenti pada penanganan darurat semata. Pemerintah dan TNI bergerak lebih jauh: menanam harapan, sekaligus membangun benteng ekologis untuk masa depan.

Kodim 0102/Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh melaksanakan penanaman 1.000 pohon di kawasan DAS terdampak banjir.

Kegiatan ini dipusatkan secara simbolis di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Jumat (30/1/2026).

Aksi penghijauan ini menjadi langkah strategis jangka panjang untuk memulihkan ekosistem yang rusak akibat banjir, memperkuat daya dukung lingkungan, serta menekan potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Program penanaman ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan secara terencana pascabanjir di Pidie Jaya.

Inisiatif tersebut digagas langsung oleh Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., dan dijalankan melalui sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, serta DLHK Aceh.

Ratusan personel gabungan turut terlibat, mulai dari Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie, prajurit Yonif 836/BY, Yonif TP 857/GG, Yon Armed 17/RC, aparatur dinas terkait, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menanam bibit pohon di sepanjang bantaran sungai.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala BP DAS Krueng Aceh Darmawan Aji Wibowo, S.Hut., M.Sc., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir Jailani, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda dan perangkat pemerintahan setempat.

Dalam keterangannya, Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa penanaman pohon keras di kawasan DAS bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan strategi berkelanjutan untuk memulihkan keseimbangan alam.

“Alhamdulillah hari ini kita menanam 1.000 pohon keras, seperti mangga, durian, mahoni, sentang, dan jenis lainnya di sepanjang aliran sungai. Ini adalah upaya konkret untuk mempercepat pemulihan lingkungan, memperkuat bantaran sungai, serta mencegah abrasi dan banjir susulan,” ujar Abdul Hadi.

Ia menambahkan, program penghijauan tersebut tidak berhenti di Desa Seunong. Ke depan, penanaman akan diperluas ke desa-desa lain yang terdampak banjir, dengan ribuan bibit durian lokal yang adaptif terhadap iklim dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ingin manfaatnya dirasakan jangka panjang, bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Aceh, A. Hanan, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil Kodim 0102/Pidie.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan agenda rehabilitasi DAS dan pemulihan lingkungan pascabencana yang tengah didorong pemerintah provinsi.

“Ini inisiatif yang sangat positif dan patut dicontoh. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat seperti ini menjadi kunci dalam pemulihan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi juga menilai program tersebut sebagai kontribusi nyata dalam penanganan dampak banjir di daerahnya. Namun ia mengingatkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.

“Penanaman ini adalah awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat pohon-pohon ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui penanaman 1.000 pohon ini, pemerintah dan TNI berharap pemulihan ekosistem DAS di Pidie Jaya dapat berjalan optimal, menjadi langkah preventif menghadapi ancaman banjir di masa depan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut