get app
inews
Aa Text
Read Next : Gotong Royong Pulihkan Pidie Jaya, Polisi Bersama TNI dan Warga Bersihkan Fasilitas Umum

Pengerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah Capai 50 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:22 WIB
header img
Personil TNI melakukan pengerjaan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah

Aceh Tengah – Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus digenjot pengerjaannya. Hingga kamis (12/2/2026), progres pengerjaan jembatan telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keb/eradaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.

Danramil 09/Ketol, Kapten Inf Iwan Mulyawan, menyebutkan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. “Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terdampak banjir, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Laila,(47), warga Desa Burlah, mengungkapkan rasa syukur dan senangnya karena jembatan tersebut, hamper selesai dibangun. “Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.*

Editor : Didik ardiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut