get app
inews
Aa Text
Read Next : Andalkan 3.000 Burung Puyuh, BUMG di Aceh Selatan Hasilkan Ribuan Butir Telur Tiap Hari

Menjelajahi Gua Kalam Aceh Selatan, Surga Wisata Alam Sejuk dengan Panorama Eksotis

Senin, 20 April 2026 | 17:00 WIB
header img
Menjelajahi Gua Kalam Aceh Selatan, Surga Wisata Alam Sejuk dengan Panorama Eksotis.(Foto : Istimewa).

ACEH SELATAN, iNewsPortalAceh.id– Gua Kalam di Gampong Jambo Apha, Kecamatan Tapaktuan, kian mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Aceh Selatan.

Keindahan alam yang masih asri, dipadukan dengan aliran air jernih dan suasana sejuk, menjadikan lokasi ini pilihan favorit wisatawan untuk berlibur, terutama saat akhir pekan.

Pantauan di lokasi, suasana kawasan wisata terlihat ramai dengan aktivitas pengunjung yang datang silih berganti.

Kendaraan roda dua memenuhi area parkir, sementara para pengunjung tampak antusias menjelajahi keindahan gua yang dikenal memiliki aliran air jernih serta formasi batuan alami yang unik.

Salah seorang pengunjung, Rahmad (25), mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana alam yang masih asri.

“Tempatnya sejuk dan airnya sangat jernih, cocok untuk santai,” ujarnya.

Minggu (19/4/2026). Selain menikmati panorama alam, sebagian wisatawan juga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto di sejumlah titik yang dinilai menarik.

Keindahan Gua Kalam yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan generasi muda.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan disambut positif oleh warga setempat.

Aktivitas wisata dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari jasa parkir, penjualan makanan ringan.

“Kami sangat senang karena setiap akhir pekan banyak pengunjung datang.Ini membantu menambah penghasilan warga,” kata seorang warga Gampong Jambo Apha.

Ketua Pemuda Gampong Jambo Apha, Ismail Ali Raja L, mengatakan pihaknya bersama pemuda setempat terus berupaya memberikan pendampingan kepada pengunjung sekaligus melakukan sosialisasi berbasis kearifan lokal.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan Gua Kalam, termasuk mengimbau agar tidak ada aktivitas atau ritual yang dapat merusak lingkungan.

Ia juga mengungkapkan, akses menuju lokasi wisata masih menjadi kendala. Pembangunan jalan yang sebelumnya pernah dilakukan belum sepenuhnya tuntas hingga ke kawasan Gua Kalam karena terkendala kondisi geografis di wilayah Batu Jam.

“Pada tahun anggaran 2025, kami bergotong royong menggunakan dana desa untuk membuka akses. Namun di tahun 2026 ini belum ada lagi anggaran lanjutan karena keterbatasan dana,” ujarnya.

Selain itu, pengelolaan jasa pendamping wisata dan sistem parkir juga masih belum optimal. Saat ini, pengaturan parkir masih bersifat sukarela, sementara tarif jasa pendamping dinilai masih di bawah standar.

Ke depan, pihak pemuda berharap adanya legalitas berbadan hukum melalui akta notaris untuk mengatur kelayakan tarif parkir maupun jasa pendamping wisata.

Hal ini dinilai penting untuk menciptakan tata kelola wisata yang lebih profesional. Tak hanya itu, warga juga berharap adanya dukungan pembangunan fasilitas pendukung seperti ruang ganti, MCK, mushala mini, pondok singgah, serta penyediaan jaringan listrik untuk mendukung aktivitas pelaku usaha di sekitar kawasan Lubuk Simerah.

Dengan pesona alam yang memikat dan dukungan masyarakat lokal, Gua Kalam berpotensi menjadi ikon wisata unggulan.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut