Diduga Ada Intervensi Jelang Musda, Kader Demokrat Aceh Kirim Surat Terbuka ke AHY
BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh drh Nurdiansyah Alasta, M Kes menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam surat tersebut, Nurdiansyah mengaku adanya dugaan intervensi terhadap dukungan menjelang pemilihan Ketua DPD Demokrat Aceh.
Nurdiansyah menyatakan telah mengantongi dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Aceh. Sebelum menyatakan maju, ia mengaku telah meminta restu kepada Teuku Riefky Harsya, senior Partai Demokrat yang kini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif.
"Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," tulis Nurdiansyah dalam suratnya, Rabu (15/7/2026).
Ia menyebut para ketua DPC yang memberikan dukungan bahkan telah dibawa ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky sebagai bentuk keseriusan mengikuti mekanisme partai.
Namun, menurut Nurdiansyah, situasi berubah setelah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD, Riyan Firmansyah.
Menjelang pelaksanaan Musda, ia mengaku mendapat informasi dari sejumlah ketua DPC bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi mereka satu per satu agar mengalihkan dukungan kepada Sayuti Abubakar, yang juga akan maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Aceh.
Sayuti Abubakar diketahui merupakan mantan calon anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 2019 dan saat ini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.
"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," ungkap Nurdiansyah.
Ia mengaku telah beberapa kali meminta kesempatan bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya untuk memberikan penjelasan, namun hingga kini belum memperoleh kesempatan tersebut.
Meski demikian, Nurdiansyah menegaskan surat terbuka yang disampaikannya bukan untuk menyalahkan siapa pun.
"Saya hanya berharap Bapak (AHY) mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarier dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik," tulisnya.
Nurdiansyah juga menegaskan tetap menghormati proses dan keputusan yang akan diambil DPP Partai Demokrat. Ia mengaku tetap percaya Partai Demokrat menjunjung tinggi kaderisasi, keadilan, dan kompetisi yang sehat.
"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan Ketua Umum," tandasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said