Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tampil dalam Balutan Busana Merah Bernuansa Aceh, Istri Bupati Pidie Jaya Hadiri Upacara HUT RI
Advertisement . Scroll to see content

Bukan di Restoran Mewah, Istri Bupati Pidie Jaya Santap Mie Caluk di Desa Terpencil

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:30 WIB
  • author Jamalpangwa
Bukan di Restoran Mewah, Istri Bupati Pidie Jaya Santap Mie Caluk di Desa Terpencil
Bukan di Restoran Mewah, Istri Bupati Pidie Jaya Santap Mie Caluk di Desa Terpencil.(Foto : Istimewa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Ada pemandangan berbeda saat Ketua Tim Penggerak PKK Pidie Jaya, Ny. Asmawati Sibral, turun ke kawasan perdesaan terpencil di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Di sela kunjungan meninjau lokasi program Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar), ia justru memilih menikmati kuliner khas Aceh bersama ibu-ibu PKK di teras kantor keuchik.

Asmawati tampak santai menyantap mie caluk, kuliner khas Aceh, bersama sejumlah anggota PKK di Gampong Sarah Mane, Kecamatan Meurah Dua.

Momen tersebut berlangsung saat Asmawati bersama jajaran PKK meninjau lahan yang dipersiapkan untuk mendukung program Gammawar di gampong tersebut.

Tanpa suasana restoran maupun meja makan khusus, Asmawati duduk bersama ibu-ibu PKK di teras kantor keuchik.

Mereka makan bersama dengan sederhana, beralaskan lantai keramik. Masih mengenakan seragam PKK, Asmawati terlihat menikmati sepiring mie caluk yang disajikan di hadapannya.

Suasana makan bersama itu berlangsung santai dan penuh keakraban.

Kuliner Lokal di Tengah Agenda Gammawar

Kunjungan ke Sarah Mane merupakan bagian dari upaya Tim PKK Pidie Jaya bersama pemerintah daerah mendorong program Gammawar di wilayah yang memiliki sejumlah keterbatasan.
 

Sarah Mane menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena masuk kawasan perdesaan terpencil.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui berbagai kegiatan di bidang kesehatan, pangan, lingkungan dan kesejahteraan.

Di tengah agenda tersebut, makan bersama dengan warga dan kader PKK menjadi momen sederhana yang memperlihatkan kedekatan Asmawati dengan masyarakat di tingkat gampong.

Mie caluk yang disantap Asmawati juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Aceh.

Bukan kemewahan yang ditampilkan, melainkan kesederhanaan: di sebuah gampong terpencil, sepiring mie caluk menjadi pengikat keakraban antara penggerak PKK dan masyarakat saat mendorong program pemberdayaan desa.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut