Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Unik Cara Mencicipi Kopi Gelas Terbalik dan Kuliner Khas Aceh Barat
Advertisement . Scroll to see content

Kuah Singko Bak Simulieng, Warisan Rasa Kluet yang Unjuk Cita Rasa di Lomba Masak Serba Ikan Aceh

Jum'at, 11 September 2026 | 08:14 WIB
  • author Ichdar Ifan
Kuah Singko Bak Simulieng, Warisan Rasa Kluet yang Unjuk Cita Rasa di Lomba Masak Serba Ikan Aceh
Kuah Singko Bak Simulieng, Warisan Rasa Kluet yang Unjuk Cita Rasa di Lomba Masak Serba Ikan Aceh.(Foto : Istimewa).

ACEH SELATAN, iNewsPortalAceh.id - Aroma rempah menyeruak dari hidangan yang disiapkan dalam sebuah lomba kuliner. Di balik kuahnya yang pekat dan gurih, tersimpan perpaduan bahan yang mungkin terdengar tak biasa bagi sebagian orang, ikan lele dan batang rotan muda.

Hidangan itu adalah Kuah Singko Bak Simulieng, kuliner tradisional masyarakat Kluet, Aceh Selatan, yang dibawa dalam Lomba Masak Serba Ikan Aceh oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Selatan. Lomba tersebut berlangsung di Aula Anjong Monmata, Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh, Ny. Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Aceh Selatan Ny. Nafisah Mirwan, serta istri Wakil Bupati Aceh Selatan, Ny. Hj. Eri Mulfiati Baital Mukadis.

Bagi Forikan Aceh Selatan, kehadiran Kuah Singko Bak Simulieng dalam ajang tersebut bukan sekadar upaya menyajikan menu berbahan dasar ikan. Ada cerita budaya yang ikut dibawa ke meja lomba.

Nama Singko Bak Simulieng berasal dari bahasa Kluet. Singko berarti ikan limbek atau ikan lele, sedangkan Bak Simulieng berarti batang rotan muda.

Dua bahan lokal itu kemudian diolah menjadi gulai dengan karakter rasa yang khas. Batang rotan muda terlebih dahulu dibakar untuk mendapatkan bagian yang lembut.

Setelah itu, bahan tersebut dipadukan dengan ikan lele dan racikan rempah. Kelapa gongseng menjadi salah satu kunci rasa gurih dalam kuah. Cabai rawit menghadirkan sensasi pedas, sementara daun kunyit, daun mangkokan, daun jeruk, daun ruku-ruku dan batang serai memperkuat aroma.

Perpaduan tersebut menghasilkan kuah dengan cita rasa yang khas gurih, pedas dan kaya aroma rempah. Sensasi rotan muda memberikan karakter tersendiri yang membuat hidangan ini berbeda dari gulai ikan pada umumnya.

“Kuah Singko Bak Simulieng ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Kluet yang perlu terus kita kenalkan dan lestarikan. Melalui Lomba Masak Serba Ikan Aceh, kita ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, bergizi, sekaligus memiliki nilai budaya.” Ujar Ny. Nafisah Mirwan

Namun, keistimewaan Kuah Singko Bak Simulieng tidak semata-mata terletak pada resepnya. Bagi masyarakat Kluet, makanan ini merupakan bagian dari kehidupan sosial dan adat.

Hidangan tersebut kerap disajikan dalam berbagai momentum penting, seperti perayaan hari besar Islam, kenduri pernikahan, sunatan Rasul, aqiqah, kenduri blang, kenduri laot hingga kegiatan adat lainnya.

Lomba kuliner seperti ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal. Bahan-bahan yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat dapat diolah menjadi hidangan yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi untuk dikembangkan.

Editor: Jamaluddin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut