Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Posko RATB dan DMC DD serta Yayasan Rumah Bumi Perkuat Ketangguhan Bencana Tiga Desa Bener Meriah
Advertisement . Scroll to see content

Pabrik Es 30 Ton per Hari Mulai Beroperasi di PPI Ujung Serangga Aceh Barat Daya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB
  • author Erdawati
Pabrik Es 30 Ton per Hari Mulai Beroperasi di PPI Ujung Serangga Aceh Barat Daya
KETERANGAN FOTO: Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli memberi sambutan dalam acara peresmian pabrik es balok kapasitas produksi 30 ton milik PT Samudra Karya Nanggroe yang berlokasi di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga Kecamatan Susoh Kabupaten setempat, Senin (28/9/2026). (foto: istimewa)

ACEH BARAT DAYA, iNewsPortalAceh.id — Pabrik es balok milik PT Samudra Karya Nanggroe mulai beroperasi di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kabupaten Aceh Barat Daya, Senin (28/9/2026).

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan es bagi nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil perikanan di wilayah pesisir.

Pabrik dengan kapasitas produksi hingga 30 ton atau sekitar 620 batang es per hari itu diresmikan secara soft opening oleh Wakil Bupati Aceh Barat Daya Zaman Akli.

Acara tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Aceh Barat Daya Amrizal, jajaran komisaris dan direksi PT Samudra Karya Nanggroe, anggota DPRK Aceh Barat Daya Kasyful Wara dan Deviani, sejumlah kepala SKPK, Camat Susoh Teuku Nasrul, Panglima Laot Aceh Barat Daya T. Indra Kusuma, tokoh masyarakat, serta para nelayan.

Direktur Utama PT Samudra Karya Nanggroe, Kaslianda Firdaus alias Anto, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung aktivitas nelayan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat pesisir.

“Semoga bisa sukses dan bertambah kemanfaatannya untuk kelompok nelayan yang selama ini sering kekurangan es,” kata Anto.

Menurut dia, keberadaan pabrik tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan es bagi nelayan.

Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan PPI Ujung Serangga.

Anto mengatakan pembangunan fasilitas itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRK, mitra usaha, serta pelanggan.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Barat Daya Zaman Akli mengatakan ketersediaan es memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sejak ikan didaratkan hingga sampai ke pasar.

Menurutnya, ketersediaan es yang memadai akan membantu nelayan mempertahankan mutu hasil tangkapan sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

“Nelayan mendapatkan kemudahan memperoleh es, ikan dapat ditangani dengan lebih baik, pedagang memperoleh produk dengan kualitas yang lebih terjaga, dan pada akhirnya masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Zaman.

Ia berharap operasional pabrik tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi perikanan di sekitar PPI Ujung Serangga.

Pemerintah daerah juga meminta perusahaan menjaga kualitas produksi dan memperhatikan kebutuhan nelayan sebagai pengguna utama fasilitas tersebut.

Zaman juga mendorong perusahaan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok nelayan agar keberadaan pabrik dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Kita ingin potensi laut dan pesisir yang kita miliki tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” kata Zaman, yang juga pernah menjabat Ketua DPRK Aceh Barat Daya.

Kapasitas Produksi 30 Ton per Hari

Direktur Pabrik Es PT Samudra Karya Nanggroe, Romi Herdiansyah, menjelaskan fasilitas tersebut memiliki dua mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 15 ton per hari.

Dengan dua kali proses produksi selama sekitar 10 jam, pabrik tersebut mampu menghasilkan hingga 30 ton es atau sekitar 620 batang per hari.

“Pabrik ini memiliki dua mesin dengan kapasitas masing-masing 15 ton per hari. Dalam dua kali produksi selama 10 jam, kami bisa menghasilkan sekitar 30 ton atau 620 batang es per hari,” ujar Romi.

Kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan es bagi nelayan yang beraktivitas di kawasan PPI Ujung Serangga, terutama dalam menjaga kualitas ikan selama proses penanganan dan distribusi.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, kebutuhan es di kawasan pesisir Aceh Barat Daya diharapkan dapat dipenuhi lebih dekat dengan sentra pendaratan ikan.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut