Bupati Jemput Harapan ke Jakarta! Sawah Rusak Pascabencana Dibidik, Irigasi Jadi Prioritas
JAKARTA, iNewsPortalAceh.id – Tak ingin petani Pidie Jaya, Aceh, terus terpuruk akibat kerusakan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi, Bupati H. Sibral Malasyi MA., S.Sos., ME., bergerak langsung ke ibu kota.
Berbagai upaya dilakukan untuk memperjuangkan pemulihan sawah, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga pembenahan jaringan irigasi demi menghidupkan kembali sektor pertanian yang terdampak bencana.
Langkah strategis tersebut dilakukan melalui audiensi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dhani Gartina, S.Kom., M.T., di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Sibral tidak sekadar menyampaikan laporan kerusakan.
Ia juga membawa sejumlah usulan konkret agar pemulihan lahan pertanian dapat berjalan lebih cepat dan petani kembali memiliki harapan untuk menanam serta memanen hasil bumi.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pidie Jaya menyampaikan kondisi sawah yang terdampak bencana sekaligus mengajukan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi lahan pertanian.
Alat Pertanian hingga Irigasi Jadi Tumpuan Pemulihan
Salah satu fokus utama yang diperjuangkan adalah dukungan alat dan mesin pertanian. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus mempercepat pengolahan lahan yang terdampak kerusakan.
Tak hanya itu, penguatan irigasi perpompaan, pembangunan bangunan konservasi, serta dukungan operasional jaringan irigasi tersier turut menjadi agenda penting dalam audiensi tersebut.
Kebutuhan ini dinilai krusial agar petani tidak terus dibayangi persoalan pengairan setelah bencana merusak lahan dan infrastruktur pendukung pertanian.
Bagi Pidie Jaya, pemulihan sawah bukan semata-mata urusan memperbaiki lahan. Lebih dari itu, langkah tersebut menyangkut keberlangsungan mata pencaharian petani, ketahanan pangan daerah, dan kebangkitan ekonomi masyarakat.
Dari Sawah Rusak Menuju Kebangkitan Petani
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Pidie Jaya pada akhir November 2025 meninggalkan tantangan besar bagi sektor pertanian.
Kerusakan lahan dan gangguan infrastruktur pengairan menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan lintas pemerintahan.
Karena itu, upaya melobi dan membangun koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dari strategi percepatan pemulihan.
Pemkab Pidie Jaya berharap usulan yang disampaikan dalam audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dukungan program dan bantuan sesuai kewenangan serta ketersediaan anggaran pemerintah pusat.
Jika dukungan tersebut terealisasi, petani diharapkan dapat mengolah lahan lebih ringan, memulai masa tanam lebih cepat, dan menjaga produktivitas panen.
Ikhtiar Bupati Sibral Malasyi bersama jajaran ini sekaligus menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup berhenti pada pembangunan hunian dan infrastruktur.
Sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat juga membutuhkan perhatian serius.
Air yang Pernah Membawa Bencana, Kini Diharapkan Menjadi Sumber Kehidupan. Itulah harapan besar di balik langkah Pemkab Pidie Jaya memperjuangkan pemulihan sawah dan penguatan irigasi di tingkat pusat.
Editor: Jamaluddin