PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Di tengah bayang-bayang ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pascabencana hidrometeorologi yang belum sepenuhnya pulih, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bergerak cepat dan tegas.
Menjelang tradisi sakral meugang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Pidie Jaya melancarkan langkah strategis dengan memvaksinasi 1.000 ekor ternak sapi dan kerbau milik warga.
Bupati Pidie Jaya H Sibral Malasyi Melalui Amirullah Kabid Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), vaksinasi PMK tahap I digelar secara masif dan menyasar langsung kandang-kandang ternak masyarakat.
Program ini menjadi tameng utama untuk melindungi sektor peternakan rakyat dari potensi wabah yang dapat melumpuhkan ekonomi warga.
Kegiatan vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ulim, tepatnya di Gampong Lhok Gajah, Blang Rheu, serta sejumlah gampong sekitarnya, dan berlangsung sejak Rabu pagi (04/2/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Petugas kesehatan hewan turun langsung ke lapangan, memastikan setiap ternak mendapatkan perlindungan maksimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Pidie Jaya Amirullah menegaskan bahwa vaksinasi ini merupakan langkah antisipatif yang krusial, terutama dalam situasi pascabencana dan meningkatnya mobilitas ternak menjelang Ramadhan.
“Vaksinasi ini adalah langkah preventif untuk menutup celah masuknya PMK ke Pidie Jaya. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan ternak yang terjangkit PMK pascabencana banjir,” tegas Amirullah.
Dia menjelaskan, vaksin PMK tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Peternakan Aceh, yang kemudian disalurkan ke Disbunnak Pidie Jaya.
Seluruh proses vaksinasi diberikan gratis kepada peternak sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Tak hanya soal kesehatan hewan, langkah ini juga menyentuh jantung ekonomi rakyat.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
