Fokus Bencana dan Perempuan, Korban Banjir di Aceh Utara Ikuti Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual

Muhammad Jafar Yusuf
Masyarakat rentan korban banjr ikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan seksual serta kehamilan tidak direncanakan di Aceh Utara ,Senin kemarin (18/05/2026).

Lhokseukon, iNewsPortalAceh.id – Masyarakat terdampak banjir, khususnya perempuan usia produktif dan remaja putri, mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan seksual serta kehamilan tidak direncanakan di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (19/05/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap kelompok rentan di wilayah terdampak bencana banjir, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan kesehatan reproduksi dalam situasi pascabencana.

Praktisi kemanusiaan sekaligus Direktur  LBH APIK Aceh, Roslina, mengatakan kegiatan edukasi ini menyasar masyarakat terdampak banjir di Desa Blang Peuria dan Pulo Blang Mangat.

“Edukasi dan sosialisasi ini dilaksanakan bagi masyarakat terdampak banjir dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait kekerasan berbasis gender, kesehatan reproduksi, dan pencegahan kehamilan tidak direncanakan,” ujar Roslina didampingi Fachrurrazi yang menyampaikan materi kekerasan berbasis gender. 

Menurutnya, kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga pembagian media informasi yang mudah dipahami peserta perempuan berusia 13-40 tahun.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender, perlindungan terhadap perempuan dan anak, kesehatan reproduksi dasar, hingga risiko dan dampak kehamilan tidak direncanakan.

Peserta kegiatan terdiri dari perempuan usia produktif dan remaja putri di wilayah terdampak banjir. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang aman bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan memperoleh informasi mengenai layanan perlindungan serta pendampingan yang dapat diakses apabila mengalami kekerasan maupun persoalan kesehatan reproduksi.

Roslina menambahkan, situasi pascabencana sering kali meningkatkan kerentanan perempuan dan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan, sehingga edukasi dan pendampingan menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilakukan LBH APIK Aceh (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) bersama dengan Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) kegiatan selama berlangsung 2 hari di Desa Blang Peuria dan Pulo Blang Mangat Kecamatan Samudera ,Kabupaten Aceh Utara diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pencegahan kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi, mampu meningkatkan perlindungan terhadap kelompok rentan, serta menciptakan lingkungan komunitas yang lebih aman, sehat, dan responsif gender dalam situasi pascabencana.

 

Editor : Muhammad Jafar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network