Tak hanya menghadirkan air bersih, rombongan juga membangun toilet Mobox, sebuah terobosan terbaru dalam prasarana sanitasi darurat.
Toilet ini dirancang khusus untuk penanganan bencana karena sifatnya yang cepat dipasang, fleksibel, ramah lingkungan, dan efisien dalam penggunaan air.
“Toilet Mobox ini adalah generasi terbaru sanitasi darurat. Teknologinya serba ada, bisa dipasang di mana saja, dan sangat membantu percepatan penanganan sanitasi di lokasi bencana,” jelasnya.
Kunjungan para istri menteri ini diawali di Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, untuk meninjau langsung sumur bor sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa paket Ramadhan dan satu ekor sapi bagi masyarakat.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Desa Manyang Cut, Desa Beurawang, hingga Gudang Bulog Desa Dayah Timu, Kecamatan Meureudu.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh (BPBPK ACEH) Tommy Permadhi, MT, menegaskan bahwa penanganan di Pidie Jaya masih terus berjalan dan kini memasuki fase pemulihan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pembersihan material sisa bencana terus kami lakukan. Sumur bor ditargetkan rampung sebelum Ramadhan, dan masih ada beberapa titik tambahan yang akan segera kami bangunkan,” ujarnya.
Dalam kunjungan kemanusiaan ini, hadir pula sejumlah istri menteri lainnya, di antaranya: Sri Suparni Bahlil, istri Menteri ESDM Tri Tito Karnavian, istri Menteri Dalam Negeri Ernawati Trenggono, istri Menteri Kelautan dan Perikanan Leomongga Kartasasmita, istri Menteri Perindustrian Irma Dodi Hanggodo, istri Menteri Pekerjaan Umum Sulikah Hanif, istri Menteri Lingkungan Hidup Ida Praktikno, istri Menko PMK.
Kehadiran mereka bukan sekadar simbol empati, tetapi wujud nyata sinergi nasional dalam memastikan masyarakat Pidie Jaya bangkit lebih cepat, bermartabat, dan siap menyambut Ramadhan dengan harapan baru di tengah pemulihan pascabencana.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
