Lebih lanjut, angka tersebut merupakan proyeksi moderat atau batas bawah. Perputaran uang saat Lebaran masih berpotensi meningkat hingga Rp161,88 triliun apabila rata-rata setiap keluarga membawa dana Rp4.500.000.
Sarman menyebutkan, peredaran uang terbesar diperkirakan terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, sementara sisanya tersebar ke berbagai wilayah seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, serta Bali. Pengeluaran masyarakat selama mudik diperkirakan terserap untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tiket perjalanan, biaya tol, bahan bakar minyak, servis kendaraan, pembelian oleh-oleh, pakaian baru, perlengkapan ibadah, hingga pemberian THR kepada keluarga dan kerabat.
Selain itu, kebutuhan konsumsi seperti bahan pokok, daging, ayam, buah-buahan, makanan khas Lebaran, serta pembayaran zakat fitrah dan sedekah juga diperkirakan turut mendorong perputaran uang secara signifikan.
Menurut Sarman, hampir seluruh sektor usaha akan merasakan dampak positif dari tingginya aktivitas belanja masyarakat menjelang dan selama Lebaran.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang makanan, minuman, suvenir, kuliner khas daerah, hingga penjual kain dan batik, diprediksi mengalami peningkatan omzet selama periode libur Lebaran.
"Artinya perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idulfitri 1447," katanya.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
