Kondisi tersebut mendorong Maudy Ayunda Foundation berkolaborasi bersama Save the Children Indonesia menghadirkan Temporary Learning Space atau Ruang Belajar Sementara. Program itu juga dilengkapi dukungan literasi bagi anak-anak terdampak banjir di Aceh Tamiang. Hasil Education Rapid Assessment memperlihatkan 90 persen sekolah sebenarnya sudah kembali belajar. Namun tingkat kehadiran siswa, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK masih rendah. Kendala akses, transportasi, dan kekhawatiran keamanan masih membayangi banyak keluarga hingga kini.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, memiliki pandangan serupa mengenai pemulihan pendidikan anak. “Belajar kembali adalah keberanian anak-anak untuk pulih,” katanya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
