Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah, Andalika, mengatakan upaya pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok.
Pemerintah juga akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memulihkan infrastruktur, lahan pertanian, dan perkebunan yang rusak akibat bencana.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, target rekon selama tiga tahun dapat dituntaskan,” kata Andalika.
92 KK Direncanakan Mendapat Hunian Tetap
Selain pemulihan infrastruktur dan sumber penghidupan, pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga Reje Payung yang mengungsi ke Kampung Jamat.
Andalika mengatakan, pembangunan huntap tersebut telah masuk dalam rencana induk kegiatan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 2026.
Sebanyak 92 KK terdampak direncanakan menjadi penerima manfaat pembangunan hunian tetap tersebut. Lahan yang akan digunakan merupakan milik warga yang telah dibebaskan oleh pemerintah daerah.
“Tentunya kita akan segera membangunkan huntapnya, huntap ini yang memang sudah masuk dalam rencana induk kegiatan tahun 2026 oleh Kementerian PKP,” ujarnya.
Bagi warga Reje Payung, pemulihan pascabencana bukan sekadar menerima bantuan kebutuhan pokok. Pembangunan kembali jembatan menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka akses menuju perkebunan dan persawahan, sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
