JAKARTA , iNewsPortalAceh.id — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan lapangan terkait insiden bentrokan yang terjadi dalam acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Langkah ini diambil untuk menggali kronologi secara utuh sekaligus mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menegaskan bahwa investigasi independen ini krusial agar peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang benderang.
"Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologis peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian," kata Anis Hidayah.
Selain menerjunkan tim pemantau, Komnas HAM mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas bentrokan tersebut menggunakan metode scientific crime investigation. Lembaga ini juga meminta pihak kepolisian segera melakukan autopsi terhadap korban tewas serta memberikan penanganan dan pemeriksaan medis menyeluruh kepada para korban luka.
"Memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari," lanjut Anis.
Komnas HAM turut mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan akar permasalahan dan mengantisipasi potensi eskalasi konflik sosial.
"Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi," tutur Anis.
Komnas HAM juga meminta pemerintah memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Selain itu, pemulihan hak-hak korban dan keluarga diminta dilakukan secara komprehensif.
"Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif," kata Anis.
"Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia," tandasnya.
Sebelumnya, bentrokan antara personel TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dengan warga terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut diduga dipicu penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI-Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam. Menurut keterangan TNI AD, aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.
Bentrokan tersebut mengakibatkan satu warga bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan belasan warga lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
