Menerjang Banjir Demi Nyawa: Kisah Bayi Patah Tulang dan Ibunya di Pengungsian
ACEH TAMIANG, iNewsPortal Aceh.id - Di balik hamparan kebun sawit Desa Rongoh, Tamiang Hulu, sebuah tenda pengungsian banjir Aceh menyimpan cerita pilu sekaligus haru. Di sana, di antara 40 warga yang bertahan dari kepungan bencana, ada seorang ibu yang lemas dan bayinya yang baru berusia dua minggu tengah berjuang melawan rasa sakit.
Bayi mungil tersebut lahir dengan kondisi patah tulang bahu akibat cedera persalinan. Sementara sang ibu, dalam kondisi fisik yang belum pulih benar pascamelahirkan, harus menghadapi kenyataan bahwa kadar hemoglobinnya (HB) menurun drastis hingga membutuhkan transfusi darah segera.
Kabar mengenai kondisi kritis ini sampai ke telinga Dr. Muhammad Hidayat, seorang relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI. Tanpa menunda waktu, ia bersama tim dari Sekolah Relawan dan tenaga medis langsung menembus jalur pengungsian untuk menjemput harapan bagi keluarga kecil ini.
"Kami bergerak sejak pagi. Fokus utamanya adalah memastikan mereka mendapatkan penanganan yang layak dan fasilitas medis yang memadai," ujar Hidayat.
Sebelum roda ambulans berputar menuju Medan, Hidayat memastikan pintu rumah sakit sudah terbuka lebar. Ia berkoordinasi langsung dengan Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal, yang memberikan atensi penuh agar ibu dan bayi ini segera ditangani setibanya di sana.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta