Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Nyata Satgas PRR: Infrastruktur Bangkit, Harapan Warga Aceh Kembali Tumbuh
Advertisement . Scroll to see content

Menerjang Banjir Demi Nyawa: Kisah Bayi Patah Tulang dan Ibunya di Pengungsian

Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:35 WIB
  • author Binti Mufarida
Menerjang Banjir Demi Nyawa: Kisah Bayi Patah Tulang dan Ibunya di Pengungsian
Bayi mungil tersebut lahir dengan kondisi patah tulang bahu akibat cedera persalinan. Foto: Ist

Perjalanan Menuju Kesembuhan

Pada Jumat (31/12) menjadi hari yang panjang. Menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang, perjalanan evakuasi berlangsung hingga pukul 20.00 WIB. Lelah fisik tim relawan terbayar saat melihat sang bayi akhirnya bisa tertidur pulas dalam dekapan kehangatan rumah sakit, jauh dari dinginnya tenda pengungsian.

"Bayi sudah aman dan nyaman, sedang tidur. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat bagi sesama," ucap Hidayat dengan nada penuh syukur.

Doa dan Terima Kasih dari Keluarga

Rasa haru tak terbendung dari pihak keluarga. Di lorong rumah sakit, perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan dan pemerintah yang telah menjadi "penyambung nyawa" bagi anggota keluarga mereka.

"Kami sangat berterima kasih telah dibawa dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih untuk semua tangan-tangan baik yang telah membantu kami," ungkap perwakilan keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Kini, ibu dan bayi tersebut telah berada di tangan yang tepat. Di tengah musibah yang melanda Aceh Tamiang, solidaritas kemanusiaan terbukti mampu menjadi cahaya penerang bagi mereka yang sedang terjepit kesulitan.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut