Kerinduan Terobati: Azan Kembali Membahana di Langit Aceh Setelah Sebulan Sunyi Akibat Bencana
Dengan bermodalkan sekop dan selang pemadam, para relawan dan warga berjibaku menyapu bersih jejak bencana di lima wilayah terdampak paling parah, mulai dari Aceh Tamiang hingga Gayo Lues. Kerja keras ini membuahkan hasil nyata dengan pulihnya 15 masjid secara penuh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan berupa Al-Qur'an, perlengkapan salat, hingga perbaikan kubah dan sistem pengeras suara agar pusat kegiatan keagamaan bisa segera kembali berfungsi.
Rasa syukur tak terhingga dirasakan oleh para jemaah, salah satunya Sulaiman dari Masjid Al-Huda Kuala Simpang. Ia mengaku sempat kewalahan membersihkan lumpur tebal secara mandiri selama dua minggu, namun kehadiran tim relawan dengan peralatan lengkap menjadi penolong yang nyata.
Senada dengan itu, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah, Rudi Muharram, memberikan apresiasi tinggi atas bantuan alat ibadah yang membuat masjid mereka kembali 'hidup'. Kini, fasilitas ibadah yang telah bersih dan terang membuat masyarakat Aceh bisa kembali bersujud dengan tenang di rumah ibadah mereka sendiri.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta