Turut serta mendampingi para praja, Wamenpariwisata Bima Arya memberikan pengarahan setibanya mereka di Aceh Tamiang. Ia mengingatkan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk pengabdian nyata di tengah kondisi yang sulit.
“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan kalian selama paling tidak satu bulan ke depan. Tugas utama kita adalah memastikan kantor-kantor dinas kembali bersih dan bisa beroperasi,” ujar Bima Arya.
Kehadiran para praja IPDN disambut dengan penuh harapan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang masih berjuang melawan sisa-sisa material banjir. Meski harus berjalan di atas lumpur tebal dan tidur di atas tandu lipat di bangunan semi-terbuka, semangat para praja tampak tak surut. Sebagian dari mereka bahkan langsung menancapkan bendera Merah Putih di lokasi tugas sebagai simbol dimulainya pemulihan.
“Bantulah kami, Aceh Tamiang masih penuh lumpur di mana-mana,” pinta seorang warga dengan haru saat melihat kedatangan para praja.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta