Bukan Sekadar Renovasi: TNI Bangun Kembali Harapan di SDN 19 Tanah Jambo Aye
ACEH UTARA, iNewsPortalAceh.id– Momen bahagia anak-anak korban banjir Aceh di Pedalaman Gampong Matang Serdang, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Aceh, Senin (19/1/2026).
Setelah mengetahui sekolahnya diperbaiki oleh TNI Angkatan Darat. Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansub Satgas) Bencana mengatakan, Gagasan ini diambil sebagai wujud kepedulian Presiden melalui TNI Angkatan Darat terhadap anak-anak terdampak bencana.
“Gagasan ini sebagai upaya percepatan perbaikan menuju pemulihan bencana Sumatera. Khususnya di Aceh yang terdampak, sehingga mereka bisa kembali bersemangat melanjutkan belajar menempuh pendidikan. Meski saat ini dalam keterbatasan pasca banjir,” ujarnya.
Dansub Satgas Ali Imran menyebutkan, sesuai intruksi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai Komandan Satuan Tugas Percepatan Perbaikan Jembatan dan Infrastruktur Bencana Sumatera, jajaran TNI AD termasuk Korem 011/Lilawangsa di jajaran Kodam IM, agar merenopasi perbaikan bangunan Infrastruktur vital, seperti sekolah yang terdampak banjir.
“Hari ini kita meninjau langsung lokasi bangunan sekolah SDN 19 Tanah Jambo Aye, di pedalam Aceh Utara, yang terdampak banjir bandang. Setelah kita tinjau, terdapat area dan bangunan sekolah, beserta perlengkapan lainnya, meja, bangku rusak parah setelah dilanda banjir,” terangnya.
Menurutnya, sejak awal masuk mulai masuk sekolah, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Kegiatan pendidikan dengan metode darurat, sementara para siswa harus belajar menggunakan terpal berlapiskan tikar.
“Presiden Prabowo sangat peduli dengan pendidikan, dan pemerintah telah dan terus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban banjir, seperti bantuan alat tulis, tas sekolah, buku, dan menginstruksikan pembelajaran darurat,” terangnya.
Anak warga korban banjir, Afra (11) mengaku senang dan merasa impiannya terwujud setelah mengetahui rumah sekolahnya akan direnopasi oleh TNI. Meski dalam keterbatasan pasca banjir.
Ia bersama anak-anak lainnya tetap senang dan aman masa tahap awal masuk sekolah.
“Rumah masih ada, Baju ada, buku juga ada dapat bantuan. Kepada Bpk Presiden untuk memperbaiki sekolah kami, sama sepatu sekolah tidak ada,” ungkapannya dengan senyum sumringah.
Begitu juga dengan Mamad (10). Ia mengaku, sekolahnya belum memiliki bangku pasca dilanda banjir.
“Belajar di sekolah masih menggunakan tikar, untuk Sepatu belum ada, kalua buka sudah ada dapat bantuan,” ungkapnya sambil tersenyum malu.
Editor : Jamaluddin