get app
inews
Aa Text
Read Next : Target Sebelum Ramadhan 2026: Pengungsi Pidie Jaya Segera Pindah ke Hunian Layak

Pemkab Pijay Percepat Pembangunan Huntara, Target Pengungsi Keluar dari Tenda Sebelum Ramadhan 2026

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:34 WIB
header img
Pemkab Pidie Jaya Percepat Pembangunan Huntara, Targetkan Pengungsi Keluar dari Tenda Darurat Sebelum Ramadan.(iNews / Jamalpangwa)

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir Aceh dan longsor.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, menegaskan seluruh pengungsi ditargetkan dapat keluar dari tenda dan bangunan darurat sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sibral Malasyi, didampingi Wakil Bupati Hasan Basri serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie Jaya, saat mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI (Purn) Suharyanto dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) beserta rombongan dalam peninjauan pembangunan huntara di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Selasa (20/1/2026).

Bupati Sibral Malasyi menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 215 unit huntara telah selesai dibangun dan siap dihuni oleh masyarakat terdampak dari delapan kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya.

Huntara tersebut dibangun di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Unit huntara lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung sebelum Ramadan dan Idulfitri,” ujar Sibral Malasyi.

Ia menegaskan, percepatan penyediaan huntara merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana yang dilakukan secara terencana, terukur, dan berkeadilan.

Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat terdampak segera keluar dari kondisi pengungsian yang tidak layak, seperti tenda, aula pertemuan, sekolah, maupun tempat ibadah.

“Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana, sambil menunggu pembangunan hunian tetap,” tegas Bupati.

Selain pembangunan huntara, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga menyiapkan berbagai skema lanjutan, termasuk relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan sendiri.

Sementara itu, bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana, pembangunan hunian tetap akan difasilitasi dengan dukungan pemerintah pusat.

Keberadaan huntara dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, di antaranya meningkatkan keamanan dan kesehatan dibandingkan tinggal di tenda, menyediakan ruang hidup yang lebih layak bagi keluarga, serta memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas dan menata kehidupan sosial ekonomi.

Huntara juga menjadi solusi transisi yang jelas menuju hunian tetap.

Bupati Sibral Malasyi menegaskan seluruh proses pemulihan pascabencana akan terus dikawal secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Bersama kita bangkit, bersama kita pulih,” pungkasnya.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut